Balikpapan Matangkan Persiapan Porprov VIII 2026, Fokus Pembinaan Atlet dan Pembenahan Venue

Oleh Redaksi+ pada 26 Mei 2026, 20:02 WIB

Pemerintah Kota Balikpapan melalui Disparpora bersama KONI Balikpapan mulai memperkuat persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser. Fokus utama diarahkan pada kesiapan atlet, kebutuhan fasilitas latihan, hingga dukungan sarana penunjang demi menjaga target prestasi Kota Balikpapan.

Persiapan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Sosialisasi Mekanisme Pengajuan Dana Partisipasi Keikutsertaan Kejuaraan dan Koordinasi Kesiapan Porprov VIII Tahun 2026 yang digelar di Aula DPOP Balikpapan, Selasa (26/5/2026).

Rapat tersebut dihadiri Kepala Disparpora Balikpapan Ratih Kusuma, Kabid Olahraga Norhan, Ketua KONI Balikpapan Gasali, jajaran pengurus KONI, serta perwakilan dari 64 cabang olahraga (cabor) di Balikpapan.

Dalam pertemuan itu, Disparpora menekankan pentingnya validasi data atlet dan inventarisasi venue latihan sebagai dasar penyusunan program pembinaan dan pengajuan kebutuhan anggaran menghadapi Porprov 2026.

“Kegiatan sore hari ini rapat koordinasi kaitannya dengan persiapan Porprov kemudian kegiatan kejuaraan yang dilaksanakan sebelum menuju Porprov,” ujar Kepala Disparpora Balikpapan Ratih Kusuma.

Menurut Ratih, pendataan atlet menjadi langkah awal yang sangat penting agar pemerintah dapat memetakan kebutuhan setiap cabang olahraga secara lebih rinci, mulai dari program latihan, perlengkapan, hingga penggunaan fasilitas olahraga.

“Harapannya, yang pertama terkait juga dengan data atlet siapa yang akan disiapkan untuk Porprov, kan itu penting kami mengetahui untuk mengusulkan semua kebutuhannya,” katanya.

Selain data atlet, Disparpora juga meminta seluruh cabor bersama KONI melakukan inventarisasi fasilitas latihan, baik venue milik pemerintah maupun swasta. Langkah itu dinilai penting mengingat keterbatasan sarana olahraga di Balikpapan masih menjadi tantangan dalam pembinaan atlet.

Beberapa cabang olahraga bahkan harus berbagi jadwal penggunaan lapangan maupun arena latihan. Kondisi tersebut terjadi pada fasilitas panahan hingga mini soccer yang juga dipakai untuk aktivitas olahraga masyarakat.

Karena itu, koordinasi antar-cabor dan pemanfaatan fasilitas secara terjadwal menjadi solusi sementara agar program latihan tetap berjalan optimal menjelang Porprov.

Sementara itu, Ketua KONI Balikpapan Gasali menegaskan bahwa pencapaian prestasi olahraga tidak hanya bergantung pada kualitas latihan atlet, tetapi juga dukungan fasilitas yang memadai dan sinergi seluruh pihak.

“Tentu harapan kita bagaimana memfasilitasi cabor-cabor ini agar prestasi berjalan di Kota Balikpapan itu yang utama,” ujar Gasali.

Ia mengakui, keterbatasan venue latihan masih menjadi persoalan utama bagi sebagian besar cabang olahraga di Balikpapan. Dari total 64 cabor yang ada, hanya sebagian kecil yang memiliki fasilitas latihan representatif sesuai standar pertandingan.

“Koordinasi seperti ini yang kita harapkan bagaimana kita bisa mencari solusi agar apa yang menjadi kekurangan bagi kita, untuk bisa mencapai target itu,” katanya.

Selain fasilitas latihan, KONI juga menyoroti kebutuhan alat tanding dan perlengkapan latihan yang sesuai standar kompetisi. Dukungan anggaran daerah diharapkan mampu membantu pemenuhan kebutuhan tersebut agar atlet Balikpapan dapat tampil maksimal di ajang Porprov VIII Kaltim 2026.

Porprov VIII Kalimantan Timur sendiri dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada November 2026 dan diproyeksikan diikuti ribuan atlet dari kabupaten dan kota se-Kaltim. Ajang ini menjadi salah satu momentum penting pembinaan atlet daerah menuju kompetisi tingkat nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON). (MI/ADV Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Komentar