Diskominfo Kaltim Targetkan Pengelolaan Metadata Lebih Akurat dan Efisien Lewat SIMATIK

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur menargetkan pengelolaan Metadata dapat lebih akurat dan efisien lewat pembaruan SIMATIK.
Ini terlihat dari presentasi yang digelar terkait peremajaan dan pemeliharaan Sistem Informasi Metadata Statistik Sektoral (SIMATIK), yang dilaksanakan di Ruang WIEK Kaltim, Rabu (10/12/2025).
Kegiatan ini bertujuan memastikan keberlanjutan pengelolaan data sektoral yang lebih akurat, mutakhir, dan terintegrasi antar-perangkat daerah.
Dalam paparannya, tim pengembang menyampaikan sejumlah pembaruan pada SIMATIK, mulai dari peningkatan keamanan sistem, optimalisasi tampilan antarmuka, hingga penambahan fitur pemutakhiran metadata secara real time.
Langkah peremajaan ini diharapkan mampu memperkuat penyediaan data statistik sektoral yang menjadi indikator penting dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah.
Statistisi Ahli Muda Diskominfo Kaltim, Untung Maryono, menjelaskan bahwa SIMATIK merupakan instrumen strategis dalam mewujudkan tata kelola data terpadu serta mendukung implementasi Satu Data Indonesia di tingkat daerah.
Karena itu, pemeliharaan berkala dan pengembangan sistem menjadi keharusan agar kualitas data tetap terjamin.
“Stakeholder kami tidak hanya dari perangkat daerah, tetapi juga pihak swasta dan BPS. Kami juga bekerja sama dengan BPS untuk pengembangan SIMATIK,” ungkap Untung.
Ia menyebut, tantangan di masa lalu adalah proses pengumpulan metadata yang masih manual sehingga kurang efektif. Dengan adanya SIMATIK, proses pengumpulan dan pembaruan metadata diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.
Terkait aspek keamanan data, Untung menegaskan bahwa peningkatan telah dilakukan melalui kolaborasi dengan Bidang TIK dan tim keamanan siber (Sandi).
“Untuk keamanan, kami bekerja sama dengan Bidang TIK dan teman-teman di Sandi. Mudah-mudahan semuanya dapat ter-cover dengan baik,” ujarnya.
Pada aspek kualitas data, peremajaan sistem disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan metadata.
Semua metadata dari data-data yang tersebar di OPD akan dikumpulkan dalam aplikasi, sehingga memudahkan kami dalam pencarian dan pengelolaan,.
Untung menambahkan bahwa evaluasi terhadap pengelolaan SIMATIK rutin dilakukan setiap tiga hingga enam bulan.
Meski begitu, masih terdapat sejumlah perangkat daerah yang belum optimal dalam menginput data beserta metadata pendukungnya.
“Masih ada OPD yang tidak menginput data secara lengkap. Kami berharap para Kepala OPD lebih memperhatikan pentingnya penyertaan metadata karena data tersebut akan digunakan untuk berbagai kebutuhan ke depan,” tegasnya.
Ia juga menyinggung penerapan Walidata pada SIPD, yang kini menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen perencanaan.
“Dalam Renstra, kalau tidak ada data, maka tidak bisa menginput. Karena itu kami berharap Kepala OPD lebih aware terhadap masalah data, dan operatornya juga perlu diberi perhatian agar penginputan data sesuai daftar dari Forum Satu Data dapat dilakukan dengan baik,” tutupnya.
Turut hadir Kepala Bidang Statistik Diskominfo Kaltim M Adrie Dirga Sagita, Statistisi Ahli Muda Diskominfo Kaltim, Pranata Komputer Ahli Muda Diskominfo Kaltim, BPS Kaltim maupun Britech. (Prb/ty/red/ADVDiskominfoKaltim)
Sumber: Portal Kaltim
