Program Gratispol; Pendidikan Gratis, Dokter Spesialis, hingga Rumah Sakit Baru di Pedalaman Kaltim

Oleh Redaksi+ pada 10 Jun 2025, 17:20 WIB
Gratispol Bukan Sekadar Janji, Tapi Bukti ! Pendidikan Gratis, Dokter Spesialis, hingga Rumah Sakit Baru di Pedalaman Kaltim

Gratispol Bukan Sekadar Janji, Tapi Bukti ! Pendidikan Gratis, Dokter Spesialis, hingga Rumah Sakit Baru di Pedalaman Kaltim

Program Gratispol Pemprov Kaltim dibawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud (Harum) dan Wakil Gubernur Seno Aji dipastikank bukan sekedar janji. Tapi bakal dibuktikan oleh pimpinan ini.

Pelan tapi pasti, keduanya bakal terus merealisasikan janji-janji pembangunan yang menjadi prioritas bagi masyarakat.

Terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Ketiga hal tersebut jadi tiga serangkai janji pembangunan daerah.

Salah satu fokus utama yang tengah diwujudkan adalah Infrastruktur yakni berupa bangunan rumah sakit dan peralatan kesehatan, lalu perlu dokter yang mumpuni untuk menjalankan operasional, hingga pendidikan agar tersedianya dokter spesialis.

Gubernur Harum mengaku hal itu tidaklah mudah. Namun ia yakin bakal bisa merealisasikannya. “Perlu kebijakan yang tepat dan adil agar tepat sasaran,” katanya.

Pemprov Kaltim berencana menyelipkan pendidikan dokter spesialis itu lewat Gratispol khusus.

Dengan skema ini pemerintah, sebutnya, siap membiayai para calon spesialis dari uang kuliah hingga ongkos hidup.

Syaratnya, setelah lulus harus balik ke Kaltim. Mengabdi minimal 10 tahun di Bumi Etam.

Senada dengan itu, anggota Tim Transisi, Bohari Yusuf, mengatakan program ini masih digodok. Terusama soal petunjuk teknis pelaksanaan dalam pembiayaan uang kuliah serta ongkos hidup para calon dokter yang ingin menempuh pendidikan spesialis di perguruan tinggi ternama.

Seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, atau Universitas Hasanuddin. 

“Bisa juga dipilih dari mahasiswa dokter spesialis yang saat ini sedang menempuh pendidikan,” terangnya.

Oleh karena itu, nyaris semua rumah sakit di Kaltim, kekurangan dokter spesialis tertentu. Program ini jelas menjadi salah satu jalan keluar untuk menambal kebutuhan tersebut.

Tentang kontrak untuk mengabdi untuk Kaltim minimal 10 tahun setelah lulus, para penerima manfaat harus siap ditempatkan di rumah sakit provinsi atau kabupaten/kota.

Pemprov Kaltim pun kini tengah berencana membangun rumah sakit di Kutai Barat sehingga pelayanan kesehatan untuk warga pedalaman di sana hingga Mahakam Ulu bisa lebih dekat.

Sementara itu, Gratispol pendidikan gratis, sebut Bohari, akan berjalan saat penerimaan murid baru 2025/2026.

Bahkan, setiap siswa, bakal mendapat kelengkapan sekolah, dari seragam, tas, topi, sampai sepatu. (sef/pt/portalkaltim/red)

Tinggalkan Komentar