Trotoar MT Haryono Padat Aktivitas Komunitas Motor, Dishub Balikpapan Lakukan Pengawasan

Oleh Redaksi+ pada 20 Nov 2025, 18:19 WIB
Muh Fadli

Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurahman. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Aktivitas sejumlah komunitas motor dan pelaku seni di kawasan trotoar Jalan MT Haryono menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.

Area yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki kini sering dipadati kegiatan nongkrong dan parkir kendaraan hingga larut malam.

Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurahman mengatakan, aktivitas tersebut telah dipantau rutin petugas, terutama malam hari.

“Banyak komunitas motor yang beraktivitas di atas trotoar, biasanya setelah pukul 10 malam,” paparnya, Kamis.

Fadli menjelaskan, meski kondisi itu sering menjadi keluhan warga, kewenangan pengelolaan kawasan MT Haryono saat ini sudah beralih ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).

Artinya, lanjut Fadil, kewenangan Pemkot Balikpapan dalam menertibkan aktivitas di area tersebut sangat terbatas. “Kewenangan wilayah itu sudah beralih ke provinsi, sehingga kewenangan pemerintah kota hampir dikatakan nihil di sana,” jelasnya.

Meski begitu, Dishub tetap melakukan pengawasan dengan memanfaatkan pos pantau di sekitar lokasi. Pemantauan dilakukan untuk mencegah aktivitas parkir liar dan menjaga ketertiban arus lalu lintas.

“Kami masih memiliki pos pantau sebagai sarana untuk memantau kegiatan masyarakat di kawasan itu,” ucapnya.

Fadli mengakui, keberadaan komunitas motor dan pelaku seni sebenarnya dapat menjadi potensi kegiatan positif jika dikelola dengan baik.

Namun, di sisi lain, Pemerintah Kota menilai perlu ada pengaturan izin dan penataan ruang publik agar kegiatan tersebut tidak melanggar fungsi trotoar sebagai fasilitas umum.

“Kegiatan seni dan komunitas tetap bisa berjalan, tapi perlu diatur supaya tidak menyalahi fungsi jalan dan trotoar,” lanjut Fadli.

Lantaran itu, Dishub berencana berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk menyusun rencana penataan ruang publik di kawasan MT Haryono. Termasuk kemungkinan penambahan fasilitas dan zona kegiatan yang lebih tertib.

Pemerintah juga akan menyiapkan regulasi pendukung agar kegiatan komunitas dapat difasilitasi tanpa mengganggu ketertiban umum.

Fadli berharap sinergi lintas instansi dapat menciptakan keseimbangan antara ruang ekspresi masyarakat dan kenyamanan warga pengguna jalan.

“Kami ingin ruang publik tetap hidup, tapi juga tertib dan aman bagi semua,” harapnya.

Cantik, Ciamik

Terlepas dari masalah tersebut, kini suasana berbeda terasa di sepanjang Jalan MT Haryono, Balikpapan. Trotoar yang dulu sempit dan kurang tertata, telah disulap. Berubah wajah menjadi lebih rapi, lebar, dan ramah bagi pejalan kaki.

Apalagi lampu jalan, kursi duduk, pot bunga, hingga guiding block bagi penyandang disabilitas, menambah cantik kawasan sekaligus mempertegas komitmen kota terhadap kenyamanan publik.

Dewi pejalan kaki yang melintas, mengakui gembira dengan penataan baru di ruas jalan utama itu.

Menurutnya, kawasan tersebut kini lebih apik dan cantik. “Lebih cantik sih, jadi kita nyaman, suasananya kayak di Jogja,” ujar Dewi.

Dewi ingat betul, sebelum pelebaran dan perbaikan, kawasan MT Haryono tersebut kerap macet karena sempit dan padat kendaraan.

Kini, kondisinya jauh berbeda. Kawasan di sana menarik untuk dinikmati bersama keluarga.

“Sering makan sama keluarga, enak-enak tempatnya. Anak-anak juga suka,” ujarnya.

Penataan trotoar ini bagian upaya Pemkot Balikpapan mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. (Jml/ Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar