Pemerintah Balikpapan Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Sukseskan Program Presiden
Ilustrasi, anak-anak gembira mendapat menu MBG. (GI)
NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin menekankan keberhasilan program membutuhkan kolaborasi berbagai sektor.
Mulai pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga dukungan dunia usaha.
Termasuk kolaborasi dan sinergi untuk mensukseskan salah satu program unggulan Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Muhaimin kembali mengingatkan hal itu, pada Jumat (28/11/2025) di Balikpapan.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi untuk memastikan program MBG berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pihaknya menyambut baik kegiatan seperti ini sebagai forum strategis agar program Makan Bergizi Gratis dapat dijalankan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Program ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga langkah membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi,” pesan Muhaimin.
Ia kembali mengingatkan keberhasilan program membutuhkan kolaborasi antara berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga dukungan dunia usaha.
Muhaimin menekankan pentingnya evaluasi dan komunikasi yang berkelanjutan.
Tujuannya untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar.
Saat ini, realisasi program MBG di Balikpapan baru mencapai sekitar 20 persen hingga Oktober 2025, dengan sekitar 30 ribu siswa telah menerima manfaat.
Pemerintah Balikpapan, sbeut Muhaimin, terus berupaya memperluas cakupan layanan melalui peningkatan jumlah satuan pelaksana program.
Sekaligus memastikan distribusi makanan berlangsung tepat waktu dan memenuhi standar kebersihan serta kualitas gizi.
Pihaknya tidak ingin kejadian-kejadian keracunan yang terjadi di daerah lain, terjadi di Balikpapan.
“Karena itu, sinergi harus terus diperkuat untuk memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Muhaimin juga menyoroti tantangan teknis di lapangan, seperti keterbatasan tenaga pelaksana, kesiapan dapur produksi, distribusi makanan.
Termasuk pemantauan higienitas proses memasak yang dilakukan pada malam hari.
Ia juga mengingatkan para tenaga kesehatan yang sangat berperan penting memantau proses memasak agar makanan higienis dan sehat.
“Meski mereka juga harus menjalankan tugas pelayanan di pagi hari,” pesannya.
Dengan pelbagai tantangan yang dihadapi, lanjut Muhaimin, pihaknya tetap optimistis program MBG akan menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk generasi muda yang sehat dan produktif.
Terpisah, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor agar program MBG bisa berjalan maksimal dan tepat sasaran.
Dalam keterangannya di laman Kantor Wali Kota, Rabu (12/11/2025), Rahmad Mas’ud mengungkapkan bahwa dari 64 target pelaksanaan, baru 10 yang terealisasi.
“Kita akan cukupkan agar sesuai target,” ujar Wali Kota dua periode tersebut.
Ia menekankan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk memperlancar pelaksanaan di lapangan.
Rahmad juga memastikan harga bahan pangan mengikuti ketentuan dari pemerintah pusat, agar tidak memicu inflasi daerah.
Selain menjaga kestabilan harga, Wali Kota Rahmad mendorong penggunaan produk pangan lokal untuk mendukung ekonomi daerah.
“Produk dari Balikpapan dan Kalimantan Timur harus jadi prioritas,” lanjutnya.
Bagi Rahmad, program MBG bukan sekadar soal gizi anak sekolah, tapi simbol gotong royong dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat.
“Dengan sinergi semua pihak, Balikpapan bisa jadi contoh kota yang berhasil jalankan program nasional ini,” ujarnya. (Jun/ Red/ ADV)
