Pemkot Balikpapan Dorong Qori-Qoriah Lokal Tampil di Setiap Kegiatan Keagamaan
Wali Kota Rahmad Mas'ud bersama jawara MTQ Balikpapan. (Nusplus)
NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memberi ruang lebih besar bagi qori dan qoriah daerah.
Terutama untuk tampil dalam kegiatan keagamaan pemerintah.
Instruksi itu, ia sampaikan saat menutup Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 tingkat Kota Balikpapan di Gedung GOR GWT Poltekba, pada Rabu malam (19/11/2025).
Rahmad menjelaskan pembinaan para qori dan qoriah, khususnya generasi muda, tidak hanya dilakukan melalui pelatihan membaca Alquran, tetapi juga melalui kesempatan tampil di depan publik untuk memperkuat kesiapan mental.
Menurutnya, kemampuan teknis harus dibarengi dengan kepercayaan diri agar para peserta dapat berkembang konsisten.
Ia meminta para pemenang MTQ, terutama juara pertama dan qori berprestasi tingkat nasional dan internasional, dilibatkan secara berkelanjutan dalam acara pengajian maupun kegiatan resmi Pemkot.
Upaya itu dinilai penting untuk mendorong pembinaan jangka panjang. Dalam kesempatan tersebut, Rahmad menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ bukan sekadar ajang kompetisi.
Kegiatan itu menjadi sarana memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Alquran.
Rahmad Mas’ud berharap budaya membaca dan mempelajari Alquran terus berkembang di lingkungan keluarga maupun komunitas.
Pada MTQ ke-53, Kecamatan Balikpapan Utara keluar sebagai juara umum dengan total 92 gelar.
Posisi berikutnya ditempati Balikpapan Tengah dengan 82 gelar, disusul Balikpapan Selatan (78), Balikpapan Kota (58), Balikpapan Barat (57), dan Balikpapan Timur (40).
Rahmad juga menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Negeri Balikpapan selaku tuan rumah penyelenggaraan.
Ia memastikan bahwa MTQ tingkat kota tahun depan akan digelar di Kecamatan Balikpapan Selatan.
Dengan berakhirnya MTQ tahun ini, pemerintah berharap proses pembinaan dan pemberdayaan qori-qoriah dapat berjalan lebih intensif melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan keagamaan Pemerintah Kota Balikpapan.
Wali Kota Rahmad Mas’ud kembali mengingatkan MTQ bukan hanya soal siapa yang pulang membawa piala. Ia menekankan MTQ sebagai ruang pembentukan mental dan karakter generasi muda Balikpapan.
Anak-anak yang berani tampil membacakan Al Quran di hadapan publik, ujar Rahmad, sesungguhnya sedang melatih kepercayaan diri dan keteguhan hati mereka.
“Kalau OPD menggelar pengajian, tidak perlu memanggil dari luar. Tampilkan anak-anak kita. Kita latih mentalnya supaya tidak grogi dan berani tampil,” tegasnya.
Rahmad juga menggarisbawahi berakhirnya MTQ bukan berarti berakhir pula syiar Islam di Balikpapan.
Justru, ajang ini seharusnya menjadi pemantik agar budaya membaca dan mengamalkan Alquran semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari.
“Niat mempelajari Alquran bukan hanya untuk lomba, tapi sebagai petunjuk dalam menjalani hidup dan membangun karakter anak bangsa,” ujarnya.
Harapannya, kedekatan masyarakat dengan Alquran melahirkan generasi Balikpapan yang berilmu dan berakhlak.
Panggung MTQ tahun ini juga menjadi ruang apresiasi bagi tuan rumah venue, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba).
Rahmad menyampaikan terima kasih atas fasilitas dan dukungan yang diberikan selama pelaksanaan. Ia menilai kolaborasi antarinstansi berjalan baik dan perlu dijaga konsistensinya. (MI/Red/ ADV)
