Dishub Balikpapan Sesuaikan Anggaran 2026, Kegiatan Dikurangi Hingga 25 Persen

Oleh Redaksi+ pada 22 Nov 2025, 15:39 WIB
Dishub Fadli

Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan melakukan penyesuaian anggaran untuk tahun 2026.

Langkah ini harus ditempuh sebagai bagian dari kebijakan efisiensi belanja daerah. Kebijakan tersebut berdampak pada pengurangan sejumlah kegiatan dinas sebesar 20-25 persen.

Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli, menjelaskan bahwa penyesuaian ini tindak lanjut arahan pemerintah kota untuk menyeimbangkan kebutuhan belanja di tengah berbagai prioritas pembangunan.

“Kurang lebih sekitar 20 sampai 25 persen. Dan iya, ini tentu berpengaruh terhadap beberapa kegiatan kami,” kata Fadli.

Ia menyebut kegiatan yang mengalami pengurangan mayoritas berada pada sektor peningkatan kapasitas aparatur, seperti pelatihan, pengembangan kompetensi, dan bimbingan teknis.

“Kegiatan pengembangan kapasitas SDM, pelatihan, dan Bimtek itu kami kurangi. Termasuk beberapa kegiatan kunjungan atau SPPD. Semua harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,” jelasnya kepada media ini.

Fadli memastikan pengurangan ini tidak memengaruhi pelayanan utama Dishub kepada masyarakat.

Layanan transportasi, pengaturan lalu lintas, serta operasional perhubungan tetap berjalan sesuai standar.

“Pelayanan transportasi tetap berjalan seperti biasa. Yang dikurangi bukan tugas pokok, tapi kegiatan penunjang,” tegasnya.

Ia berujar kebijakan efisiensi tidak hanya diterapkan pada Dishub, tetapi juga pada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkot Balikpapan.

“Semua OPD juga melakukan penyesuaian. Jadi ini bukan hanya Dishub,” sebutnya.

Dengan ruang fiskal yang lebih terbatas, Fadli menyampaikan bahwa Dishub akan tetap memprioritaskan program yang berdampak langsung pada pelayanan publik.

Misalnya, kegiatan yang dilakukan baru-baru ini. Dishub Balikpapan mulai memasang jaringan kamera CCTV tambahan beserta perangkat Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di dua titik strategis.

Yakni kawasan depan Gacoan dan persimpangan BDS. Langkah ini menjadi bagian persiapan menyambut penerapan sistem B-Connect di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) Jalan MT. Haryono.

Pemasangan perangkat baru itu fase awal memaksimalkan pengawasan lalu lintas secara real time.

Dengan dukungan teknologi yang lebih mutakhir, Dishub menargetkan sistem kendali lalu lintas di kota itu menjadi lebih presisi, responsif, dan mampu menyesuaikan dinamika mobilitas masyarakat.

Muhammad Fadli mengatakan perluasan jaringan CCTV dalam beberapa tahun terakhir terbukti memberi dampak signifikan terhadap peningkatan keamanan dan keteraturan lalu lintas.

Ia menegaskan pemantauan visual yang berlangsung tanpa henti memungkinkan petugas mendeteksi situasi di lapangan dengan jauh lebih cepat.

“Perangkat CCTV membantu kami melihat kondisi lapangan langsung selama 24 jam. Ini mempercepat identifikasi potensi gangguan maupun aktivitas yang mencurigakan,” ujar Fadli, Sabtu (22/11/2025).

Menurutnya, pemasangan CCTV dan APILL baru dilakukan pada titik yang dianggap vital, khususnya area dengan kepadatan aktivitas tinggi.

Seluruh perangkat kemudian dihubungkan ke pusat kendali Dishub agar operator dapat segera berkoordinasi dengan petugas di lapangan ketika ditemukan potensi pelanggaran atau insiden.

“Simpang padat, kawasan kuliner, hingga titik yang rawan antrean kendaraan selalu menjadi prioritas kami. Dengan tambahan perangkat ini, respons petugas bisa lebih cepat dan lebih terarah,” jelasnya.

Selain membantu pengaturan lalu lintas, rekaman CCTV berperan besar mendukung penegakan aturan. Visual kamera mampu merekam pelanggaran detil, sehingga memudahkan proses verifikasi dan tindak lanjut oleh Dishub maupun aparat kepolisian. (MI/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar