HKN ke-61, Kembangkan Sektor Kesehatan Pemkot Balikpapan Fokus Lima Strategi

Oleh Redaksi+ pada 23 Nov 2025, 16:00 WIB
HKN 2025

Rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 di Kota Balikpapan. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan kembali komitmen pembangunan sektor kesehatan melalui lima strategi utama.

Komitmen itu kembali bersua pada momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61.

Perayaan puncak peringatan Hari HKN ke-61 dihelat di Grand City Balikpapan, pada Minggu (23/11/2025). Agenda ini dibuka edukasi kesehatan yang disampaikan dr. Fajar Rudy Qimindra.

Selanjutnya senam pemanasan yang dilanjutkan fun walk 1,6 kilometer. Meski diguyur hujan deras, tapi tidak mengurangi semangat insan kesehatan yang antusias mengikuti jalannya kegiatan.

Turut hadir pada agenda tersbeut Asisten II Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Sekkot Balikpapan Muhammad Andi Yusri, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekkot Balikpapan Andi Sri Juliarty.

Hadir pula Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Gasali, istri Wakil Wali Kota Balikpapan Siti Kotijah, serta Kadisporapar Balikpapan Ratih Kusuma.

Acara ini juga dihadiri jajaran pejabat daerah, kepala dinas, tenaga kesehatan, serta kader dari seluruh kecamatan ini dimulai dengan doa dan ungkapan syukur atas terselenggaranya HKN.

Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Andi Muhammad Yusri Ramli, yang hadir mewakili Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, mengajak seluruh peserta mendoakan keluarga atau kerabat yang sedang sakit agar segera pulih.

Dalam sambutannya, ia menekankan tema HKN ke-61, “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, harus diwujudkan melalui kerja nyata.

Ia merinci lima fokus strategi yang menjadi arah pembangunan kesehatan di Balikpapan ke depan.

Pertama, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, yang menurutnya merupakan fondasi pembentukan generasi sehat sejak dalam kandungan. Kedua, transformasi pelayanan kesehatan primer, agar masyarakat mendapatkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan menyeluruh.

Ketiga, pembudayaan gerakan hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai bagian dari perilaku sehari-hari masyarakat.

Keempat, sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat untuk memperkuat pemberdayaan warga.

Kelima, ketahanan sistem kesehatan dan kesiapsiagaan, termasuk kemampuan menghadapi ancaman kesehatan di masa depan.

“Setiap langkah kecil menuju hidup sehat adalah langkah besar bagi Balikpapan,” ujarnya.

Ia berharap peringatan HKN tahun ini menjadi titik tolak percepatan pembangunan kesehatan di daerah, sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap layanan dan program kesehatan.

“Mari kita wujudkan bersama generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” kata Yusri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati menjelaskan, sebagai puncak peringatan HKN ke-61, Dinas Kesehatan telah menyiapkan serangkaian kegiatan memeriahkan momen istimewa tersebut.

Sebelumnya panitia telah menggelar berbagai kegiatan mulai upacara HKN, ziarah makam tenaga kesehatan, serta lomba bulutangkis yang diikuti seluruh insan kesehatan Balikpapan.

“Puncaknya digelar hari ini,” jelas Alwi. Ia menyebut peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk mendorong masyarakat menjalani gaya hidup sehat.

“Jadi selain fun walk dan edukasi kesehatan, kita juga turut menghadirkan pameran inovasi layanan kesehatan dari seluruh Puskesmas, rumah sakit serta laboratorium, hingga pemeriksaan kesehatan,” sebut Alwi.

Pameran ini, katanya, menunjukkan upaya sektor kesehatan dalam meningkatkan pelayanan di semua tahap kehidupan, mulai dari ibu hamil hingga lansia.

Selain itu dirangkai pula dengan pemberian penghargaan kinerja terbaik Puskesmas, penghargaan kader penyuluh kesehatan Jambore UKS hingga Kawasan Sehat Tanpa Rokok. (MI/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar