Balikpapan Siapkan Ekosistem Ekraf untuk IKN, Perfilman Lokal Masuk Agenda Prioritas

Oleh Redaksi+ pada 23 Nov 2025, 14:21 WIB
Wawali Bagus

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, bersama insan kreatif Balikpapan. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menetapkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu fokus pembangunan daerah.

Langkah ini menjawab lonjakan permintaan konten kreatif di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Prioritas itu mencakup subsektor film, animasi, hingga kuliner lokal yang dinilai strategis mendukung pergerakan ekonomi baru.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan pertumbuhan aktivitas pemerintahan, bisnis, dan pariwisata di kawasan IKN akan mendorong kebutuhan produksi konten digital dan layanan kreatif.

Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan ekosistem industri kreatif.

“Permintaan konten digital, produksi film, animasi, hingga layanan kreatif akan meningkat. Persiapan SDM sejak dini menjadi bagian penting memastikan pelaku kreatif Balikpapan mampu menjawab kebutuhan ini,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025) malam.

Bagus menilai geliat perfilman lokal kini menunjukkan perkembangan signifikan.

Diketahui, komunitas film dinilai mulai bergerak ke arah industri yang lebih mandiri, terstruktur, dan berbasis kolaborasi.

Pemerintah daerah, ujar Bagus, telah berupaya memperkuat ekosistem itu melalui pelatihan, fasilitasi, hingga ruang kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, sinergi komunitas kreatif, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha diperlukan untuk memperluas jaringan produksi, pendanaan, dan distribusi.

Bagus menekankan pelaku kreatif kini tidak hanya berkarya, tetapi juga terlibat dalam advokasi kebijakan dan pengembangan strategi industri.

Ia menuturkan, pihaknya membuka ruang dialog dengan komunitas film untuk membahas penguatan regulasi, kesenjangan fasilitas.

Sekaligus membicarakan peluang pendanaan agar produk kreatif lokal dapat memasuki pasar nasional hingga internasional.

Selain pembinaan, pemerintah juga mendorong semakin banyak sineas muda mengangkat budaya lokal sebagai karakter Kota Balikpapan.

Bagus menyebut film dapat menjadi medium visual yang kuat membangun citra kota serta meningkatkan daya tarik ekonomi kreatif.

Terkait perkembangan dunia perfilman lokal Balikpapan, Balikpapan Film Festival membuka pendaftaran karya sejak 8 September hingga 12 September 2025. Adapun proses penjurian dilaksanakan pada 14-19 September 2025 tim kurator independen.

Mengacu data Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga kota ini, sedikitnya ada 259 film dari 92 kota/kabupaten di Indonesia masuk dalam seleksi penjurian Balikpapan Film Festival 2025.

Angka ini dinilai menunjukkan semakin luasnya minat pelaku film terhadap perkembangan industri kreatif di Kota Balikpapan.

Balikpapan Film Festival telah menjadi kegiatan tahunan yang berfungsi sebagai ruang pertemuan dan evaluasi perkembangan perfilman daerah. Ini menjadi tempat bertemunya sineas, produser, sutradara, editor, aktor, dan penikmat film dari berbagai latar belakang. (MI/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar