Kadisporapar Balikpapan Dorong Kreator Muda Angkat Budaya Suku Balik

Oleh Redaksi+ pada 24 Nov 2025, 17:15 WIB
Ratih Disporapar

Kepala Dispora Balikpapan, Ratih Kusuma. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadispora) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma Ratih Kusuma mendorong kreator muda kerap mengangkat budaya Suku Balik.

Hal itu ia kemukakan saat Workshop Kata Kreatif: Workshop Suku Balik Balikpapan 2025, dihelat di Hotel Novotel Balikpapan, Senin (24/11/2025). Denga

Agenda itu bertajuk: Menggali Identitas, Menuturkan Kembali Cerita Kota Melalui Karya Seni.

Dalam wawancara di sela kegiatan, Ratih menegaskan tujuan utama workshop mendorong pemahaman masyarakat terhadap Suku Pasir Balik, khususnya di kalangan anak muda.

Ia menyebut, keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar cerita dan sejarah Suku Balik tidak hilang tertelan perubahan zaman.

“Tujuan workshop kata kreatif ini meningkatkan pemahaman tentang suku pasir balik di kalangan masyarakat, terutama generasi pemuda,” ujar Ratih.

Ia menambahkan, para kreator diharapkan menjadi penghubung antara sejarah Suku Balik dan generasi sekarang melalui berbagai karya seni dan konten kreatif.

Kegiatan ini dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan Ekonomi Kreatif Kalimantan Timur.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah provinsi Kalimantan dan dukungan Disporapar Kota Balikpapan serta pelaku ekonomi kreatif mencoba mengemas kembali narasi budaya lokal agar lebih mudah diterima dan disebarkan di ruang publik.

Ratih menegaskan perhatian pemerintah kota terhadap wisata budaya Suku Pasir Balik bukan hanya sebatas slogan.

“Pemerintah Balikpapan tak hanya memberi peduli terhadap slogan, tapi langsung ditunjukkan, dirasakan, dan diwujudkan melalui tindakan nyata budaya dan seni melalui produk-produk kreatif,” jelasnya.

Produk kreatif itu, menurutnya, diharapkan lahir dari masyarakat Balikpapan sendiri dan tetap memberikan ruang budaya lokal Balikpapan dalam setiap karya karya-karya yang di ciptakan.

Ia juga mengingatkan Balikpapan sudah ditetapkan sebagai kota kreatif oleh Kementerian Pariwisata sejak tahun 2019.

Selain itu, kota ini masuk 75 nominasi kota kreatif versi UNESCO melalui jaringan ICCN (International Creative City Network). Bagi Ratih, capaian tersebut menunjukkan ekosistem kreatif Balikpapan dinilai produktif dan aktif.

“Hal tersebut menjadi bukti para kreatif di Kota Balikpapan miliki produktif yang sangat bagus,” ujarnya.

Ratih menambahkan, Disporapar Balikpapan mendukung gerakan kreatif itu melalui kegiatan berbasis komunitas, festival budaya, pameran kreatif hingga event nasional dan internasional yang rutin hadir di kota tersebut.

Menurutnya, rangkaian kegiatan semacam workshop dan festival tidak hanya memperkuat identitas budaya, tapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi warga.

Pelaku komunitas, UMKM, hingga pekerja kreatif diharapkan mendapatkan manfaat langsung dari maraknya agenda kebudayaan dan kreativitas di Balikpapan.

“Melalui apresiasi tersebut kita manfaatkan untuk terus memperkenalkan budaya lokal kota Balikpapan khusus budaya suku pasir,” kata Ratih.

Ia menegaskan, pemerintah Kota Balikpapan akan terus mendorong kolaborasi dengan komunitas dan para kreator agar budaya budaya lokal terus dikenal luas. (Jun/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar