Jelang Nataru, Pemkot Balikpapan Siapkan Langkah 4K untuk Jaga Ketahanan Pangan

Oleh Redaksi+ pada 25 Nov 2025, 17:21 WIB
Haemusri lagi

Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan meningkatkan kesiapan menghadapi masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dengan memperkuat stabilitas bahan pokok penting.

Melalui Dinas Perdagangan (Disdag), pemerintah menerapkan strategi 4K.

Yakni Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, Keterjangkauan harga, dan Kerja sama antar daerah, sebagai pedoman utama menjaga ketahanan pangan di wilayah Balikpapan.

Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, menegaskan bahwa strategi 4K menjadi landasan koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi lonjakan kebutuhan pangan pada akhir tahun.

“Strategi 4K kami jadikan fondasi agar kebutuhan pangan warga tetap aman dalam berbagai kondisi. Kami ingin memastikan harga tetap stabil, pasokan terjaga, dan distribusi berjalan lancar sepanjang tahun,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Pada aspek ketersediaan, Disdag memperluas jaringan kerja sama dengan sejumlah daerah pemasok di luar Kalimantan Timur.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga kontinuitas suplai sekaligus mencegah kekosongan stok pada komoditas utama.

Pihaknya juga meminta distributor menambah stok lebih awal sebelum memasuki puncak permintaan menjelang Nataru.

“Kami mendorong distributor untuk melakukan penambahan stok lebih awal agar tidak ada kondisi darurat akibat tingginya permintaan akhir tahun,” kata Haemusri.

Di sisi lain, pemkot memperketat pengawasan kelancaran distribusi. Jalur pengiriman dari Jawa dan Sulawesi yang rentan terganggu cuaca ekstrem terus dipantau.

Pemerintah juga meningkatkan pemantauan harga harian di pasar tradisional untuk memastikan keterjangkauan bagi masyarakat.

Haemusri menyebut sejumlah komoditas seperti cabai, bawang, dan daging ayam berpotensi mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya konsumsi.

“Kenaikan harga bukan karena pasokan kurang, tetapi karena lonjakan konsumsi saat perayaan Nataru. Ini pola tahunan yang terus kami antisipasi,” tuturnya.

Selain itu, Disdag memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha dan ritel modern guna memastikan pasokan tetap stabil.

Data pemantauan harga menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah intervensi apabila terjadi kenaikan di luar batas kewajaran.

“Tujuan kami jelas, memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan suasana Nataru berlangsung aman serta nyaman. Stabilitas harga menjadi prioritas utama,” tegas Haemusri. (MI/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar