Dinas PU Balikpapan Kebut Perbaikan Drainase, Akhir Tahun Titik Rawan Bebas Genangan

Oleh Redaksi+ pada 30 Nov 2025, 15:13 WIB
Kadin PU Rita

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan, Rita. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan kawasan rawan genangan melalui proyek perbaikan drainase.

Saat ini ada dua titik prioritas yang tengah digarap, yakni Gunung Sari dan Gunung Malang, menjadi fokus utama mengingat kawasan tersebut kerap mengalami luapan air saat hujan deras.

Kepala Dinas PU Balikpapan, Rita, menyampaikan bahwa pekerjaan di Gunung Sari telah memasuki tahap akhir dan menunjukkan progres signifikan.

“Progres pembangunan hampir selesai, dengan target rampung pada 31 Desember 2025. Pekerjaan meliputi pembersihan saluran, perbaikan trotoar, serta penataan area jalan agar aliran air lancar,” ujarnya.

Untuk kawasan Gunung Malang, tahapan awal penataan telah tuntas, namun pengerjaan lanjutan masih menunggu evaluasi teknis serta penjadwalan ulang.

Rita menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan bertahap sesuai tingkat risiko di lapangan serta ketersediaan anggaran.

Proyek perbaikan pada dua lokasi tersebut bukan pembangunan sistem baru, melainkan penanganan titik-titik kritis yang membutuhkan respons cepat.

Pemilihan lokasi didasarkan pada riwayat genangan, volume lalu lintas, serta potensi gangguan terhadap kendaraan dan pejalan kaki.

Sebelum pengerjaan fisik dilakukan, setiap titik harus melalui proses administrasi dan kajian teknis, mulai dari verifikasi dokumen lahan hingga koordinasi dengan instansi terkait.

Langkah ini ditempuh agar proyek berjalan sesuai ketentuan serta meminimalkan potensi kendala di lapangan.

Selain drainase, perbaikan trotoar juga dilakukan di sejumlah titik, termasuk di Gunung Sari, untuk memastikan jalur pejalan kaki aman dan aliran air tidak terhambat.

Pemkot menargetkan Gunung Sari dan Gunung Malang dapat terbebas dari genangan saat musim hujan.

Pemantauan, kata Rita, dilakukan secara rutin untuk memastikan saluran berfungsi optimal, mulai dari kondisi fisik hingga kecepatan aliran air.

Rita bilang, pemetaan titik rawan lain di Balikpapan juga terus dilakukan. Prioritas penanganan ditentukan berdasarkan tingkat risiko dan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.

“Setiap lokasi diperbaiki agar dampak luapan air bisa dikurangi. Koordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah kelurahan terus dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap aman dan aktivitas berjalan normal,” tutur Rita.

Melalui rangkaian perbaikan drainase dan trotoar yang terintegrasi, Pemkot Balikpapan berharap aliran air tetap terkendali, risiko genangan berkurang, dan mobilitas warga tidak terganggu selama musim hujan. (MI/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar