Kurangi Kemacetan Truk di KM 13, Pemkot Balikpapan Bangun Depo Kontainer Terpadu

Oleh Redaksi+ pada 13 Mei 2026, 20:14 WIB

Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman,

Pemerintah Kota Balikpapan mulai merealisasikan pembangunan depo kontainer terpadu di Kilometer 13, Karang Joang, sebagai langkah strategis untuk menata transportasi logistik dan mengurangi kemacetan akibat kendaraan angkutan barang bertonase besar.

Pembangunan fasilitas tersebut juga diharapkan menjadi solusi terhadap maraknya parkir liar truk kontainer di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Melalui Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, tahapan awal pembangunan telah dimulai dengan pelaksanaan Mutual Check 0 (MC0) dan pembersihan lahan atau land clearing di area seluas sekitar 11 hektare milik pemerintah kota.

Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan pembangunan depo kontainer menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sistem distribusi logistik sekaligus menata aktivitas kendaraan angkutan barang agar lebih tertib dan terpusat.

“Setidaknya ini menjadi awal pembangunan depo kontainer angkutan barang. Mudah-mudahan langkah ini mampu menjawab berbagai persoalan transportasi di Balikpapan,” ujar Fadli.

Menurutnya, selama ini kendaraan angkutan barang masih sering melintas di luar jam operasional serta melakukan parkir di bahu jalan maupun area permukiman. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab kepadatan lalu lintas di sejumlah titik di Balikpapan.

Selain itu, antrean truk di SPBU subsidi juga kerap memicu kemacetan dan mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya. Karena itu, keberadaan depo kontainer diharapkan menjadi pusat pengendalian kendaraan logistik agar aktivitas bongkar muat dan parkir tidak lagi dilakukan di ruang publik.

Fadli menjelaskan, kawasan depo nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti area parkir dan tempat istirahat sopir, fasilitas alih muat barang, fasilitas uji kir kendaraan, hingga area pengisian bahan bakar.

“Kami ingin sopir memiliki tempat untuk beristirahat atau menginap sehingga tidak ada lagi parkir liar yang mengganggu lalu lintas,” katanya.

Sementara itu, Rahmad Mas’ud menilai pembangunan depo kontainer merupakan solusi konkret dalam penataan transportasi logistik di Kota Balikpapan.

“Pembangunan terminal ini nantinya dimanfaatkan menjadi pusat kegiatan logistik terpadu,” ujar Rahmad.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap keberadaan depo kontainer di Kilometer 13 dapat mendukung kelancaran distribusi barang, mengurangi kemacetan akibat kendaraan berat, sekaligus menciptakan sistem transportasi perkotaan yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat. (MI/ADV Diskominfo Balikpapan/red)

Tinggalkan Komentar