PERISTIWA+

Memulihkan Ekonomi, Rekonstruksi Pascagempa Cianjur Dimulai

Tauco juga beras yang wangi dan pulen, adalah dua hal yang biasa dikenang terkait dengan Cianjur. Wilayahnya yang ada di kaki Gunung Gede, di Tatar Pasundan Jawa Barat, berhawa dingin di sebelah utara dan sedang di sebelah selatan.

Di sebelah utara berbatasan dengan Bogor, di selatan dengan Samudra Indonesia, di barat berbatasan dengan Sukabumi, di timur dengan Bandung Barat dan Garut, dan di timur laut dengan Purwakarta. Di dalam daerah Cianjur terdapat Kota Bunga yang sering dikunjungi warga Jakarta untuk melepas lelah.

Salah satu istana keperesidenan juga terletak di Cianjur tepatnya di Cipanas. Meski begitu, bukan karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kurun kurang dari dua pekan mulai 22 November 2022 hingga 5 Desember 2022 perlu tiga kali berkunjung ke wilayah yang dalam legenda masyarakat Cianjur didirikan Kanjeng Dalem Aria wiratanu, Dalem (Bupati) pertama sekaligus juga sebagai penyebar Agama Islam di sana.

Adalah gempa bermagnitudo (M) 5,6 pada 21 November 2022 dan menewaskan sedikitnya 324 orang itu, yang memaksa mata dunia melongok Cianjur.  Gempa tersebut menggentarkan Cianjur dan terasa di beberapa daerah antara lain Garut, Bogor, Bandung, Subang, Purwakarta, Karawang, Bekasi, dan Jakarta.

Dalam kunjungan ketiga, Senin (5/12/2022), Presiden yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, meninjau progres pembangunan rumah bagi warga yang akan direlokasi pascagempa di Cianjur.

Dalam kunjungan sebelumnya, Presiden telah mendatangi titik terparah terdampak gempa bumi Cianjur di Kecamatan Cugenang, Kamis (24/11/2022). Sedangkan dalam kunjungan pertama, sehari setelah gempa Selasa (22/11/2022), Presiden meninjau jalan raya Cibeureum, yang merupakan jalan penghubung wilayah Bogor-Cianjur di Kecamatan Cugenang. Jalan tersebut sempat tertimbun longsor, namun kini telah dapat dilalui kendaraan.

Dalam kunjungan yang ketiga, Presiden hendak memastikan proses rekonstruksi bangunan terdampak gempa dimulai. Presiden Jokowi mengatakan, rekonstruksi perbaikan rumah dan bangunan publik bertujuan untuk segera memulihkan aktivitas pergerakan masyarakat, terutama aktivitas ekonomi.

“Ini adalah lokasi untuk relokasi yang pertama, di sini kurang lebih akan dibangun 200 rumah, ini contohnya sudah ada yang jadi rumah anti gempa,” kata Presiden Jokowi usai meninjau pembangunan rumah relokasi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Selain di lokasi tersebut, Presiden mengatakan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan 1.600 rumah serupa di lokasi lainnya. Relokasi diprioritaskan bagi warga terdampak gempa yang rumahnya berada di pusat gempa, terutama di Kecamatan Cugenang.

“Lokasi-lokasi yang berada di pusat gempa, utamanya di Cugenang, itu akan dipindahkan ke sini dan ke lokasi yang kedua tadi karena sudah tidak bisa ditinggali lagi, berbahaya sekali lagi,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, dikatakan Presiden, untuk rumah warga yang tidak direlokasi akan diberikan bantuan perbaikan yang besarannya menyesuaikan tingkat kerusakan. “Yang rusak berat itu ada yang direlokasi ada yang tidak. Kalau tempatnya berbahaya, berada di garis patahan, garis sesarnya, itu yang dipindah. Kalau yang tidak dibangun di tempat yang sama,” kata Presiden.

Menteri Basuki mengatakan, Kementerian PUPR telah memulai pembangunan rumah bagi warga yang akan direlokasi pasca gempa sesuai dengan lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Cianjur. “Kami menugaskan PT Brantas Abipraya untuk segera bekerja, lokasinya di Cilaku sekitar 2,5 hektare (ha) dan Mande sekitar 30 ha. Saat ini sedang dikerjakan 4 unit dari 200 unit Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan struktur tahan gempa,” kata Menteri PUPR Basuki.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, ditargetkan pada akhir Desember 2022 sudah dapat dilakukan serah terima tahap I sebanyak 80 unit. “Pekerjaan dilaksanakan secara paralel untuk pekerjaan fondasi, instalasi Risha, pekerjaan arsitektur, jalan, saluran, dan air bersih. Selanjutnya untuk serah terima tahap II sebanyak 120 unit ditargetkan pada minggu ke 3 Januari 2023,” kata Iwan.

Dengan penyelesaian secara bertahap, diharapkan Iwan seluruh pekerjaan dapat rampung sebelum Hari Raya Idulfitri/Lebaran 2023 sesuai target yang diberikan oleh Menteri PUPR. “Untuk di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku seluas 2,5 ha akan dibangun 200 unit rumah tipe 36/75 m, dengan progres 2 rumah diselesaikan malam ini. Lokasi kedua di Desa Mulyasari, Kecamatan Mande seluas 30 ha dibangun 1.600 unit dilengkapi IPA, IPAL, TPST, Fasos Fasum dan jalan lingkungan,” ujarnya. (ip)

Comments

POPULER

To Top