Antisipasi Bencana, Wali Kota Rahmad Ingatkan Warga Lebih Peduli Lingkungan

Oleh Redaksi+ pada 06 Des 2025, 15:35 WIB
Rahmad Masud

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN –  Bencana besar yang terjadi di Sumatera dan Aceh, memantik semua pihak untuk lebih mawas diri terhadap kecintaan menjaga lingkungan.

Untuk itu, sebagai upaya pencegahan bencana, Pemerintah Kota Balikpapan akan mengaktifkan kembali imbauan melalui lurah dan ketua RT agar masyarakat menggalakkan kerja bakti dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami akan minta lurah dan RT mendorong warga melakukan kerja bakti di lingkungan masing-masing,” ujar Wali Kota Rahmad Mas’ud, Sabtu.

Ia mengingatkan hal tersebut usai simulasi penanggulangan bencana. Simulasi Tanggap Darurat Bencana itu dihelat di laman Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, pada Sabtu, (6/12/2025).

Wali Kota Balikpapan menyampaikan apresiasi kepada Polda Kaltim, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait atas suksesnya simulasi penanggulangan bencana.

Langkah tersebut ditujukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Kota Balikpapan dan sekitarnya.

Rahmad juga mengingatkan bahwa sebagian besar bencana muncul akibat ulah manusia sendiri, seperti perusakan hutan, pembuangan sampah sembarangan, serta kurangnya kepedulian terhadap lingkungan.

“Bencana itu tidak akan datang kalau tidak kita undang. Kalau kita rusak hutan, banjir pasti ada. Lingkungan rusak, dampaknya kembali ke kita. Mudah-mudahan simulasi ini memberi pesan moral bagi seluruh warga Balikpapan,” katanya.

Karena itu, lanjut Rahmad, kegiatan simulasi ini diharapkan tak hanya meningkatkan kesiapsiagaan aparat.

Melainkan tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya bencana.

Rahmad Mas’ud menilai kegiatan ini sebagai langkah positif yang perlu terus dilakukan, mengingat wilayah Kalimantan Timur memiliki potensi bencana seperti longsor, kebakaran hutan, hingga banjir.

“Alhamdulillah, ini respon yang sangat positif. Atas nama Pemerintah Kota, kami berterima kasih kepada Polda dan seluruh elemen terkait atas penyelenggaraan simulasi penanggulangan bencana,” ujar Rahmad.

Meski berharap bencana tidak terjadi, Rahmad menegaskan simulasi seperti ini sangat penting, untuk memastikan kecepatan respon dan koordinasi semua pihak jika keadaan darurat benar-benar terjadi.

Ia menyebut pemerintah dan aparat tidak akan maksimal tanpa peran aktif masyarakat.

“Keterlibatan Kapolda, instansi terkait, dan pemerintah kota tidak akan berarti tanpa masyarakat. Yang paling penting adalah mencegah daripada menangani,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, menyebut bahwa karakter geografis kota dengan aliran sungai yang relatif terjaga membuat ancaman banjir bandang tidak terlalu dominan.

“Kemungkinan banjir bandang di Balikpapan kecil. Masalah jalur sungai dan penebangan hutan relatif minimal. Jadi risiko besar hampir tidak ada,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Data BPBD periode Januari–November 2025 menunjukkan adanya tujuh kejadian banjir, 17 titik genangan di ruas jalan utama maupun permukiman, delapan kasus tanah longsor, serta 54 pergerakan tanah.

Angka ini menegaskan bahwa fenomena hidrometeorologi tetap menjadi tantangan rutin, terutama saat curah hujan meningkat.

BPBD telah memetakan kawasan rawan berdasarkan kondisi topografi dan kepadatan pemukiman.

Area Balikpapan Utara disebut paling rentan terhadap banjir, sementara longsor banyak ditemukan di kawasan berbukit seperti Gunungsari dan Prapatan.

Usman menggarisbawahi bahwa pembangunan perumahan yang tidak mengikuti aturan menjadi salah satu pemicu. (Dil/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar