Balikpapan Creative Award, Nurlena Rahmad: Apresiasi Pemkot untuk Pelaku Kreatif
Ketua Forum Ekraf Balikpapan yang juga istri Wali Kota Rahmad Mas’ud, Nurlena Rahmad Mas’ud. (Nusplus)
NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Akhir Pekan di Gedung Parkir Klandasan berubah menjadi panggung ide dan mimpi para pelaku ekonomi kreatif Balikpapan.
Melalui gelaran Balikpapan Creative Award, Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Balikpapan menggandeng Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata.
Agenda ini menjaring talenta kreatif dari berbagai subsektor, dari musik, fashion, kuliner, seni rupa, kriya, hingga TV dan radio, foto grafi.
Ketua Forum Ekraf Balikpapan yang juga istri Wali Kota Rahmad Mas’ud, Nurlena Rahmad Mas’ud, menyebut ajang ini gagasan baru di Kota Minyak untuk memberi apresiasi kepada pelaku kretif di kota ini.
Tujuannya sebagai pintu awal mengukur sejauh mana daya ledak ide anak-anak kreatif di Kota Balikpapan.
Menurut Nurlena, agenda ini dipelopori Forum Ekonomi Kreatif Kota Balikpapan bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, untuk melihat bagaimana ekonomi kreatif Kota Balikpapan bisa naik kelas.
“Terutama dengan apresiasi atas kreativitas pelaku kretif di Kota Balikpapan,” ujarnya di sela acara, Sabtu.
Antusiasme masyarakat para pelaku kreatif di Kota Balikpapan sangat tinggi.
Menurut Nurlena, Forum Ekraf yang menginisiasi Award ini menyiapkan 30 calon penerima award dari 7 sektor kreatif.
Meski Balikpapan Creative Award baru pertama kali ada di Balikapapan, namun panitia award melaporkan ada 50 peserta yang mendaftarkan diri untuk dapat ikut dalam penilaian di Balikpapan Creativ Award.
Peserta yang lolos diminta mempresentasikan produk, rencana pengembangan, hingga strategi kreatif di era digital produk masing-masing.
“Ini tadi sudah sedang proses penilaian. Teman-teman yang telah mendaftar akan mempresentasikan produk mereka dan nanti ada penilaian dari tim penilai,” ujar Bunda Lena, sapaan karibnya.
Ia melanjutkan, “Presentasi juga terkait original produk dan bagaimana meningkatkan kreativitasnya. Baik itu TV, radio, fashion, UMKM, di semua 7 sektor tersebut kita berikan penilaian,” jelasnya.
Di tengah derasnya arus digitalisasi yang makin kencang, Forum Ekraf ingin memastikan pelaku kreatif Balikpapan tidak sekadar ikut tren, tetapi mampu memanfaatkannya.
Karena itu, sesi penjurian tidak hanya bicara estetika dan orisinalitas, tapi juga soal mindset bisnis, keberlanjutan produk, dan kemampuan memanfaatkan platform digital untuk promosi dan penjualan.
“Sekarang kan zamannya digitalisasi. Pentingnya forum ini supaya masyarakat melihat, ternyata Forum Ekonomi Kreatif Kota Balikpapan laik diminati dan pantas kita dukung,” tegasnya.
Balikpapan Creative Award hadir bukan hanya sebagai lomba sekali lewat, tapi sebagai skema penguatan ekosistem.
Para finalis diharapkan menjadi embrio jejaring kreatif yang saling terkoneksi, berbagi pengalaman, dan tumbuh bersama.
“Kita ingin memajukan hasil produksi di Kota Balikpapan. Bukan hanya tampil di acara, tapi berkelanjutan. Ada forum, ada wadah, ada jaringan,” tambah Nurlena.
Soal apresiasi, panitia tidak main-main. Selain pengakuan publik, para pemenang disiapkan piagam penghargaan dan uang pembinaan untuk mendorong pengembangan usaha kreatif mereka.
“Apresiasi kami akan memberikan penghargaan kepada yang memang ikut melaksanakan. Bisa piagam, bisa uang pembinaan. Itu yang kita lakukan untuk meningkatkan mutu produk pelaku kreatif di Kota Balikpapan melalui Balikpapan Creative Award, dari apa yang sudah dinilai hari ini,” kata Nurlena.
Di lantai gedung parkir yang disulap jadi ruang kreatif, ide-ide baru mengalir brand fashion lokal yang berani tampil beda, konten kreator yang menggarap program TV dan radio independen.
Sampai UMKM kuliner yang bermain di citarasa unik untuk pasar digital. Semua bergerak dalam satu irama menjadikan Balikpapan bukan hanya kota minyak, tapi juga kota kreatif.
Forum Ekraf Balikpapan menegaskan Balikpapan Creative Award akan terus digelar dan dikembangkan. Targetnya, bukan hanya agenda tahunan, tapi melahirkan generasi kreator yang bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Ini baru langkah awal. Kalau masyarakat dan pemerintah sama-sama dukung, kita yakin pelaku kreatif Balikpapan bisa melompat jauh dan tentu dapat meningkatkan ekonomi kota balikpapan,” kata Nurlena. (Jun/Red/ ADV)
- Balikpapan Creative Award
- Dinas Pemuda
- Ekraf Balikpapan
- Nurlena Rahmad Masud
- Olahraga dan Pariwisata
- pemkot balikpapan
Baca Juga :
