Balikpapan Dinobatkan Kota Paling Digital di Kalimantan, Wujudkan Mimpi Smart City

Oleh Redaksi+ pada 01 Des 2025, 19:42 WIB
RM

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN –  Kota Balikpapan kembali mencatatkan prestasi di kancah nasional. Kota ini resmi dinobatkan sebagai TP2DD Kota Terbaik 2025 untuk Kawasan Kalimantan.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung kepada Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Balikpapan, yang dinilai berhasil mendorong transformasi digital di berbagai lini birokrasi.

Predikat ini menegaskan posisi Balikpapan sebagai salah satu daerah dengan percepatan digitalisasi terbaik di Indonesia, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan pelayanan publik.

Balikpapan berdiri sejajar dengan kota-kota besar lain yang juga meraih predikat terbaik di wilayahnya, seperti Tangerang Selatan untuk kawasan Jawa-Bali dan Makassar sebagai perwakilan wilayah Sulawesi.

Rahmad Mas’ud menegaskan, capaian ini bukan semata milik pemerintah kota.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi untuk seluruh masyarakat Balikpapan yang telah ikut mendukung perubahan menuju kota yang lebih modern, transparan, dan inovatif,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Menurut Rahmad, partisipasi warga dalam memanfaatkan layanan digital menjadi faktor penting yang membuat kota ini mampu melaju lebih cepat dalam agenda digitalisasi.

PTBI 2025 dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Dalam forum tersebut, digitalisasi digarisbawahi sebagai salah satu strategi kunci untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, hingga kualitas layanan publik yang makin berpihak pada masyarakat.

Bagi Pemerintah Kota Balikpapan, pengakuan ini mengukuhkan konsistensi mereka dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang terintegrasi.

“Ini semua hasil kerja keras bersama,” ujar Wali Kota Rahmad. Upaya digitalisasi sejalan arah kebijakan nasional yang mendorong percepatan transaksi nontunai dan penguatan smart city.

Digitalisasi bukan lagi proyek jangka pendek, melainkan fondasi untuk tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dukungan juga datang dari Badan Pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan.

Kepala BPPDRD Balikpapan Idham menegaskan, penghargaan TP2DD ini menjadi bukti transformasi digital yang dijalankan pemerintah kota berada di jalur yang tepat.

“Di BPPDRD, kami terus berupaya mempermudah masyarakat dalam membayar pajak melalui layanan digital yang cepat, aman, dan praktis,” ujarnya, Senin.

Idham menjelaskan, beberapa tahun terakhir pihaknya gencar melakukan inovasi.

Di antaranya perluasan kanal pembayaran digital bekerja sama dengan perbankan, optimalisasi aplikasi pajak daerah.

Serta sosialisasi masif transaksi pajak nontunai, hingga peningkatan akurasi dan transparansi pencatatan keuangan daerah.

Berbagai langkah ini terbukti meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus kepatuhan wajib pajak, karena warga tidak lagi harus antre lama hanya untuk menunaikan kewajiban pajak.

Ke depan, Idham menegaskan digitalisasi akan terus diperkuat sebagai kebutuhan jangka panjang.

BPPDRD berencana memperluas integrasi sistem pajak dengan berbagai platform digital dan menambah opsi pembayaran agar semakin ramah pengguna.

“Kami ingin memastikan layanan pajak daerah semakin ramah pengguna dan mendukung perekonomian daerah,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat Balikpapan yang cepat beradaptasi dengan transaksi digital. “Ini keberhasilan bersama. Pemerintah dan masyarakat berjalan seiring menuju kota yang semakin transparan, efisien, dan maju,” katanya. (Jun/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar