Balikpapan Siap Eksekusi Sekolah Rakyat, Bagus: Tinggal Tunggu dari Kemensos
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Nusplus)
NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mendukung terwujudnya program Presiden Prabowo Subianto, terkait pelaksanaan Sekolah Rakyat.
Pemkot kian mempercepat pencapaian program-program prioritas nasional yang juga menjadi fokus pembangunan daerah.
Tak terkeceuali soal Sekolah Rakyat, Sekolah Unggulan, Makan Bergizi Gratis dan program 3 Juta Rumah.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan seluruh program ii dipantau ketat setiap pekan.
“Pemerintah Kota bersama DPRD dan Bapak Wali Kota telah memahami ini, dan kita benar-benar dimonitor per minggu kegiatan tersebut,” jelasnya, kemarin.
Menurut Wawali Bagus, Balikpapan telah menunjukkan kesiapan penuh mendukung program Sekolah Rakyat.
Program ini gagasan Kementerian Sosial sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Sekolah Rakyat sudah kita ajukan sejak tiga bulan lalu ke Kementerian Sosial sebagai leading sector. Lahannya sudah kita siapkan. Tinggal tunggu saja, mudah-mudahan awal tahun bisa dikerjakan,” kata Bagus.
Wawali Bagus menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program berskala nasional yang sudah berjalan di 38 provinsi dan 550 kota/kabupaten.
Untuk itu, Bagus optimistis tidak ada hambatan, termasuk dari sisi pendanaan.
“Selama ini saya tidak mendengar ada kendala anggaran. Program ini sudah berjalan hampir di seluruh daerah dan mereka punya target nasional,” ujarnya.
Bagus berujar, tidak semua sarana dan prasarana dibiayai kementerian. Misalnya listrik dan air, tetapi hal tersebut tidak menjadi kendala berarti bagi Pemkot Balikpapan.
“Kalau listrik dan air, itu tidak signifikan. Yang kita lihat manfaatnya. Kita masih kekurangan sekolah, dan program ini mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan di luar APBD,” tuturnya.
Bagus Susetyo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat akan sangat membantu Balikpapan, dalam menambah ruang belajar tanpa harus menunggu alokasi APBD yang setiap tahun memiliki keterbatasan.
Ia menilai Sekolah Rakyat sebagai solusi konkret mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan. Serta mendorong terwujudnya Sekolah Unggulan yang tengah direncanakan pemerintah daerah.
Dengan bantuan Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat, kata Bagus, pembangunan sekolah bisa lebih cepat. “Nah mudah-mudahan Sekolah Unggulan juga bisa kita wujudkan di Kota Balikpapan,” katanya.
Bagus menegaskan seluruh program prioritas tersebut diawasi secara intensif, agar implementasinya tepat waktu dan tepat sasaran.
Pemkot Balikpapan memastikan sinergi dengan pemerintah pusat terus diperkuat, untuk mempercepat realisasi pembangunan pendidikan di daerah.
Dengan kesiapan lahan dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Sekolah Rakyat di Balikpapan kini tinggal menunggu lampu hijau dari Kementerian Sosial.
Ia berharap Sekolah Rakyat bisa aktif di Balikpapan mulai awal tahun depan.
Menurut Bagus, program ini menjadi tonggak penting mewujudkan Balikpapan sebagai kota dengan akses pendidikan lebih merata, modern, dan berpihak ke warga.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Balikpapan, Edy Gunawan, mengatakan penetapan lahan menjadi langkah awal sebelum pemerintah pusat memutuskan kelanjutan pembangunan.
“Status lahannya harus clean and clear, tidak boleh bermasalah, itu syarat mutlak dari pusat,” ujarnya. Edy menjelaskan luas lahan yang disyaratkan minimal lima hektare dan maksimal tujuh hektare.
Selain legalitas, lanjutnya, kesiapan infrastruktur dasar seperti akses listrik, air bersih, dan fasilitas operasional juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
“Ini semua disiapkan daerah, pusat hanya membangun fisiknya,” jelasnya.
Meski proses pengajuan sudah dilakukan, Dinsos Balikpapan belum menerima tanggapan resmi dari pemerintah pusat. Pihaknya masih menunggu arahan Kemensos.
Ia bilang, pengalaman dari daerah lain menunjukkan pendanaan operasional kerap menjadi persoalan. Sejumlah sekolah rakyat yang telah berdiri belum memiliki kejelasan anggaran, apakah ditanggung pusat atau diserahkan ke dinas sosial daerah. “Itu yang masih jadi tarik ulur,” katanya. (Dil/Red/ ADV)
