Bansos Hari Pahlawan Dongkrak Ketahanan Ekonomi Veteran dan Lansia Balikpapan
Sejumlah Veteran dan Lansia serta masyarakat Balikpapan yang membutuhkan mendapat bantuan sosial dari Pemkot. (Nusplus)
NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Momentumtum Hari Pahlawan tahun 2025 di Balikpapan, tak hanya diisi upacara peringatan dan prosesi tabur bunga.
Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Sosial memberikan dukungan ekonomi kepada sejumlah kelompok rentan yang dinilai membutuhkan intervensi langsung.
Kepala Dinsos Balikpapan, Edy Gunawan, mengatakan pemberian bantuan dilakukan bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Pahlawan sebagai bentuk penghargaan kepada para pejuang dan keluarganya, sekaligus upaya mendorong pemerataan kesejahteraan.
“Ini bukan sekadar simbolis, tetapi bagian dari kepedulian terhadap kelompok rentan yang membutuhkan dukungan berkelanjutan,” papar Edy, saat ditemui, belum lama ini.
Ia bilang, bantuan tersebut menyasar lima kelompok.
Yakni veteran, janda veteran, penyandang disabilitas berat, lansia terlantar, serta perempuan rawan sosial ekonomi. Dukungan yang diberikan tak hanya bersifat konsumtif, tapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi penerima.
Untuk veteran, lanjut Edy, ada sebanyak 50 orang menerima bantuan tunai senilai Rp3 juta per orang, dengan total Rp150 juta.
Sedangkan 103 janda veteran menerima Rp2,5 juta per orang, senilai Rp257,5 juta.
Bantuan tersebut disalurkan melalui LVRI dan PIPERI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Bank BPD Kaltimtara.
Kelompok penyandang disabilitas berat juga mendapat perhatian khusus. Sedikitnya ada 265 orang menerima bantuan tunai Rp1,5 juta per penerima.
Adapun untuk 47 lansia terlantar diberikan bantuan Rp1 juta per orang guna memenuhi kebutuhan dasar mereka. Selain itu, dukungan ekonomi juga diberikan kepada 30 perempuan rawan sosial ekonomi melalui program Bantuan Fasilitasi Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).
Adapun bantuan berupa peralatan usaha, seperti kompor gas, oven, panci, dan perlengkapan dapur lainnya, ditujukan khusus untuk membuka atau memperkuat usaha kecil mereka.
“Tujuannya agar dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” jelas Edy.
Ia menyampaikan, bantuan UEP menjadi salah satu intervensi paling berdampak pada pemberdayaan perempuan, khususnya mereka yang menjadi tulang punggung keluarga.
Bantuan ini diharapkan mampu mendorong aktivitas usaha rumahan menjelang akhir tahun ketika permintaan pasar biasanya meningkat.
Ia juga menilai, penyaluran bantuan pada momen Hari Pahlawan dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan manfaat bagi kelompok rentan.
“Semangat gotong royong dan saling membantu adalah bagian dari nilai kepahlawanan yang relevan hingga hari ini,” katanya.
Pemkot Balikpapan berharap dukungan sosial ini dapat memperkuat ketahanan ekonomi kelompok rentan dan mendorong kemandirian usaha kecil di tengah meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat.
Dengan bantuan ini, pihaknya ingin memastikan bahwa peringatan Hari Pahlawan tidak berhenti pada seremoni, melainkan memberi manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan. (Ml/ Red/ ADV)
