Bendali Proyek Prioritas Balikpapan Segera Tuntas, Dinas PU: Tingal Tahap Finishing

Oleh Redaktur pada 17 Nov 2025, 17:21 WIB
Proyek Bendali

Proyek Bendali sebagai salah satu langkah Pemkot Balikpapan untuk menekan banjir di kota ini. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Upaya Pemerintah Kota Balikpapan mengendalikan banjir perlahan mulai terasa bentuk konkretnya di lapangan.

Di sela deretan ruko dan lalu lintas padat kawasan Balikpapan Selatan, sebuah proyek besar yang lokasinya tersembunyi di belakang Pasar Segar kini berdiri utuh: bendungan pengendali banjir (bendali) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal telah rampung 100 persen secara fisik.

Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, Rita, saat ditemui di lingkungan Pemkot, pada Senin (17/11/2025).

Di tengah keluhan warga yang saban musim hujan harus berjaga-jaga memindahkan barang ke tempat lebih tinggi, pemerintah daerah menempatkan bendali Ampal ini sebagai salah satu proyek prioritas.

Kawasan DAS Ampal selama ini dikenal sebagai titik rawan genangan, curah hujan tinggi kerap berujung pada air yang meluap ke badan jalan dan permukiman.

“Pengerjaan bendali di belakang Pasar Segar saat ini sudah mencapai 100 persen. Tinggal penataan akhir yang akan disiapkan untuk tahap lelang berikutnya,” ujar Rita.

Secara teknis, bendali ini dirancang sebagai penahan sekaligus pengatur aliran air dari kawasan hulu menuju hilir. Dalam kondisi normal, air ditampung dan dialirkan secara bertahap.

Namun saat hujan deras, struktur bendali diharapkan mampu menahan lonjakan debit sehingga luapan air tidak langsung mengarah ke lingkungan warga.

Dengan pola pengelolaan seperti itu, pemerintah berharap risiko genangan dan banjir di kawasan Ampal dapat ditekan secara signifikan.

Meski struktur utama sudah berdiri, pekerjaan di lapangan belum benar-benar usai.

Rita menjelaskan, setelah fase konstruksi fisik tuntas, proyek kini memasuki tahap penataan dan perapian area sekitar bendali.

Fase ini mencakup pengaturan ulang kawasan penyangga, akses, dan detail infrastruktur pendukung yang akan memastikan bendali tidak hanya berfungsi di atas kertas.

Melainkan juga tangguh menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang belakangan kian sulit diprediksi.

Penataan lanjutan juga akan menyentuh peningkatan kualitas saluran pembuangan yang terhubung dengan bendali.

Sistem jaringan air di sekitar DAS Ampal perlu disesuaikan agar aliran air dari berbagai arah dapat tertampung dan diatur secara terintegrasi.

Rita menegaskan bahwa seluruh rangkaian pekerjaan berikutnya akan melalui proses lelang resmi yang diupayakan transparan dan terukur.

Pemerintah Kota Balikpapan, katanya, ingin memastikan investasi anggaran untuk proyek pengendali banjir ini benar-benar berbalik menjadi manfaat nyata.

“Target kami, setelah seluruh penataan selesai, bendali ini mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi genangan di kawasan Ampal,” papar Rita.

Dengan rampungnya salah satu proyek besar pengendali banjir ini, Pemkot Balikpapan berharap langkah tersebut menjadi titik balik dalam penanganan masalah banjir kota.

Di tengah pembangunan yang terus melaju, bendali Ampal diproyeksikan menjadi bagian dari penanganan banjir yang dapat berdampak langsung untuk Kota Minyak.

Diharapkan aktivitas warga Balikpapan dapat berjalan tanpa dibayangi kekhawatiran setiap kali awan gelap berkumpul di langit kota ini. (Jun/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar