Cegah Bullying, Disdik Balikpapan Luncurkan Sejumlah Program Baru

Oleh Redaksi+ pada 25 Nov 2025, 15:31 WIB
Kadisdik Bpp

Kepala Disdik Balikpapan, Irfan Taufik. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menyiapkan sejumlah langkah strategis memperkuat keamanan lingkungan belajar sekaligus mengatasi kekurangan tenaga pendidik pada 2026.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Disdik Balikpapan, Irfan Taufik, usai menghadiri peringatan Hari Guru Nasional 2025 di BSCC Dome, pada Selasa (25/11/2025).

Menanggapi masih munculnya isu perundungan (bullying) di berbagai daerah, Irfan menjelaskan bahwa Balikpapan terus memperkuat pendekatan pencegahan berbasis interaksi sosial antar siswa.

“Saat ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sedang melakukan kajian. Pada tanggal 29 kita akan melaksanakan Jalan Pagi Bersama dengan tema ‘Teman Adalah Sahabat’,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan itu diharapkan menumbuhkan kedekatan emosional antarsiswa sehingga tindakan perundungan dapat ditekan.

“Ini dalam rangka meningkatkan rasa bahwa pertemanan itu adalah persahabatan yang harus saling menjaga sehingga persoalan bullying bisa kita hilangkan,” terangnya.

Sebagai bagian strategi pencegahan, Disdik mendorong sekolah memperbanyak aktivitas pembelajaran di luar kelas.

“Di sekolah-sekolah secara masif kita sampaikan supaya kegiatan-kegiatannya lebih banyak dilakukan di luar kelas dengan fasilitas pembelajaran yang sudah disiapkan,” tuturnya.

Irfan turut menyebutkan bahwa tingkat bullying di Balikpapan tergolong rendah.

“Alhamdulillah sampai hari ini, sejak terakhir kasus di SMP 13 Balikpapan Timur, tidak ada laporan lagi,” ujarnya.

Selain penguatan di lingkungan belajar mengajar, Disdik juga fokus peningkatan akses pendidikan melalui pembangunan sekolah baru.

Tahun ini, pembangunan SD 022 Balikpapan Timur sedang berjalan, dan pada 2026 pemerintah kembali menambah satu SMP di kawasan Perumahan Grand City.

Meski demikian, Balikpapan masih menghadapi kekurangan guru, terutama di tingkat sekolah dasar.

Saat ini terdapat sekitar 13.000 guru, namun jumlah tersebut dinilai belum mencukupi. “Yang paling banyak kurang itu SD,” tegas Irfan.

Kebutuhan tenaga pendidik diperkirakan mencapai 600 hingga 1.000 orang, namun kemampuan anggaran daerah baru dapat mengakomodasi sekitar 600 formasi.

“Idealnya tambahan kurang lebih 600 sampai 1.000 guru, tapi kemampuan keuangan kita masih di angka 600,” ujarnya.

Rekrutmen tahun 2026 akan mengadopsi model dari daerah lain.

“Konsep ini sudah dilakukan beberapa daerah seperti DKI dan Makassar. Kita adopsi dan berlakukan untuk 2026, supaya kekurangan guru kita bisa dikurangi,” harapnya.

Terkait kedisiplinan guru, Irfan menyampaikan bahwa pemberian izin tetap diberikan secara selektif. “Kalau izin dengan alasan yang masuk akal ya kita kasih. Tapi kalau keseringan, ya tidak juga. Ada batasnya,” pungkasnya.

Ia menegaskan bahwa pengawasan disiplin guru menjadi bagian dari evaluasi rutin Disdik. (MI/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar