Disdag Balikpapan Gelar Pasar Murah di Seluruh Kecamatan

Oleh Redaktur pada 17 Nov 2025, 15:17 WIB
Pasar murah Bpp

Untuk meringankan ekonomi warga, Pemkot menggelar Pasar Murah. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mulai memperketat pengawasan harga menjelang Natal dan Tahun Baru.

Lewat koordinasi bersama Satgas Pangan Provinsi Kaltim, Polda Kaltim, Disdag, Dinas Ketahanan Pangan, BPOM, hingga distributor, pemantauan dilakukan ke pasar dan gudang-gudang distribusi.

Hasilnya, beberapa pedagang kedapatan menjual beras di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Ada yang jual sampai Rp16 ribu per kilogram. Itu jelas tidak sesuai ketetapan,” papar Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, usai monitoring di Pasar Pandan Sari, Pasar Lansari, hingga distributor.

Temuan ini menjadi perhatian serius, apalagi saat ini Pemkot tengah menjaga stabilitas harga di tengah inflasi rendah. Terutama menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kota Balikpapan mencatat inflasi 0,03 persen (mtm), sekaligus menjadi salah satu kota dengan tekanan harga paling terkendali di Kaltim.

Selain beras, pengawasan juga menyasar komoditas yang rawan melonjak saat liburan, seperti cabai, bawang, dan daging ayam.

Rantai pasok yang sebagian besar berasal dari luar daerah membuat komoditas tersebut sensitif terhadap cuaca dan ongkos angkut.

“Ini momen yang rawan. Makanya kami melakukan koordinasi ketat dengan distributor,” ucap Haemusri, saat ditemui, Senin (17/11/2025).

Sebagai langkah penyangga, Pemkot Balikpapan menyiapkan Pasar Murah yang akan digelar di enam atau seluruh kecamatan di kota ini. Pusatnya, di Pasar Inpres Kebun Sayur.

Kegiatan akan diadakan setiap minggu terakhir di bulan November, dan minggu pertama Desember.

Seluruh komoditas pangan dijual di bawah HET, dengan subsidi harga Rp3.000-Rp5.000.

“Kami ingin masyarakat punya alternatif belanja lebih aman menjelang libur panjang. Harga akan kami jaga tetap terjangkau,” tegasnya.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta lebih rasional soal pengelolaan belanja. Imbauan ini penting untuk mencegah pedagang menaikkan harga secara spekulatif.

“Belanja secukupnya. Jangan menimbulkan persepsi kekurangan barang,” imbaunya.

Dengan pengetatan pengawasan dan intervensi lewat Pasar Murah, pemerintah berharap gejolak harga di Balikpapan tetap terkendali hingga puncak perayaan akhir tahun. (Ml/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar