Disparpora Balikpapan Matangkan Kesiapan Wisata Jelang Libur Nataru
Kepala Disparpora Balikpapan, Ratih Kusuma, paling kanan. (Nusplus)
NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Jelang perayaan libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kota Balikpapan kian menata sektor wisata.
Pemkot Balikpapan tak ingin momentum akhir tahun terlewat begitu saja tanpa kesiapan memadai. Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan bersama pengelola destinasi dan lintas sektor pengamanan, pada Kamis (14/12/2025) di aula Kantor Disparpora.
Dalam pertemuan itu, Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, menegaskan fokus utama memastikan seluruh destinasi wisata siap menerima pengunjung dengan standar keamanan, kebersihan, serta pengelolaan yang terkendali.
Ratih menyebut bahwa kesiapan bukan hanya soal jumlah personel atau fasilitas, tapi kepatuhan pada standar layanan yang telah dirumuskan pemerintah. “Standar CHSE penting agar wisatawan merasa aman, nyaman, sehat, dan terlindungi,” ujarnya di depan para pengelola destinasi.
Selain itu, Disporapar menekankan penyesuaian operasional lokasi wisata dengan Permenparekraf Nomor 6 Tahun 2025 mengenai standar usaha berbasis manajemen risiko.
Regulasi baru ini menuntut setiap pengelola menyiapkan mitigasi, prosedur tanggap darurat, hingga standar internal yang selaras dengan aturan nasional.
Ratih memperingatkan bahwa kepatuhan bukan sekadar administrasi, tetapi tuntutan profesionalisme. Dari sisi keamanan, koordinasi lintas sektor menjadi agenda serius.
Mengacu instruksi Mendagri, sambung Ratih, pengamanan di destinasi akan melibatkan unsur kepolisian, dinas kesehatan, pengelola transportasi, hingga tim pengawas harga makanan.
Pemerintah Balikpapan tak mau ada potensi kerawanan, mulai penumpukan kendaraan hingga lonjakan harga yang meresahkan wisatawan. Untuk mendukung koordinasi, sejumlah instrumen komunikasi dan pengawasan mulai digencarkan.
Menurut Ratih, pihaknya mulai membentuk posko pengamanan, memaksimalkan pemantauan melalui media sosial, serta menerbitkan surat edaran yang dikirimkan kepada pelaku usaha wisata.
Edaran itu sebelumnya telah dibagikan melalui grup WhatsApp asosiasi pariwisata seperti PHRI, HPI, Pokdarwis, dan pengelola pelabuhan, dan segera menyusul dalam bentuk surat resmi.
Disporapar juga mengingatkan wisatawan agar menggunakan transportasi resmi selama periode libur panjang nanti.
Pemeriksaan parkir, pengaturan arus masuk-keluar lokasi, hingga ketertiban area publik akan diperketat.
Peningkatan tajam jumlah wisatawan, termasuk membeludaknya kendaraan roda dua rata-rata 1.000 unit per akhir pekan di sejumlah destinasi membuat pengaturan parkir menjadi isu prioritas.
Sejumlah destinasi unggulan diperkirakan kembali menjadi pusat keramaian, termasuk Pantai Manggar, Pantai Lamaru, Penangkaran Buaya Teritip, Hutan Bakau Graha Indah, serta area wisata budaya dan wisata buatan di pusat kota.
Pemkot Balikpapan, lanjut Ratih, berharap langkah antisipatif dapat menekan potensi kemacetan sekaligus menjaga pengalaman positif bagi pengunjung.
Ia menyampaikan harapan agar seluruh strategi yang disiapkan mampu menciptakan suasana aman, tertib, dan berkesan bagi wisatawan. Pihaknya yakin kesiapan matang di sektor pariwisata akan berdampak langsung perputaran ekonomi daerah.
Dengan berbagai langkah antisipatif yang kini berjalan, Balikpapan menatap libur akhir tahun sebagai peluang memperkuat ekonomi wisata. Sekaligus menjaga nama baik kota sebagai destinasi ramah, tertib dan menggembirakan. (Jun/Red/ ADV)
