Gubernur Kaltim Harap Puskesmas dan PKK Lebih Sinergis Dalam Entaskan Masalah Stunting

Oleh Redaksi+ pada 07 Jul 2025, 17:37 WIB

Masalah stunting di Kalimantan Timur hingga saat ini masih menjadi masalah yang krusial dan harus ditangani secara bersama.

Untuk itu Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) meminta Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk meningkatkan sinerginya.

Terutama kerjasama yang lebih sinergis dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai upaya percepatan penuntasan stunting.

“Masalah stunting ini kita gak bisa jalan sendiri-sendiri Pak Kusnadi,” kata Gubernur Harum saat menerima audiensi Ketua Umum DPP Akselerasi Puskesmas Indonesia (Apkesmi) Kusnadi di ruang kerja Gubernur Kaltim, pekan lalu.

Menurut Harum, kolaborasi Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dengan PKK yang memiliki jaringan hingga tingkat dasawisma menjadi kunci keberhasilan dalam menekan angka stunting.

“PKK itu mereka punya kader sampai ke desa-desa, bahkan setiap RT. Mereka tidak terikat jam kerja dan selalu siap digerakkan,” jelas Harum.

Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi masalah lintas sektor yang membutuhkan pendekatan komprehensif.

Terlebih Puskesmas lanjut Harum, memiliki data dan tenaga medis, sementara PKK memiliki akses langsung ke masyarakat dan kemampuan untuk melakukan edukasi serta pendampingan.

“Peran aktif PKK dan Puskesmas sangat penting dalam deteksi dini, intervensi gizi, serta edukasi kepada ibu hamil dan balita,” harap Harum.

PKK dapat menjadi perpanjangan tangan Puskesmas dalam menyosialisasikan gizi seimbang, sanitasi lingkungan, serta pola asuh yang baik kepada keluarga.

“Mereka juga bisa membantu memantau tumbuh kembang anak secara berkala di tingkat rumah tangga,” tambah Harum.

Kedepan, Gubernur Harum berharap setiap Puskesmas memiliki program kerja yang terintegrasi dengan kegiatan PKK.

Termasuk dalam pendataan keluarga berisiko stunting, penyediaan makanan tambahan, serta fasilitasi akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Beberapa daerah di Kaltim, seperti Kutai Kartanegara, Balikpapan, dan Samarinda, menjadi fokus Pemerintah Provinsi Kaltim karena angka stunting masih cukup tinggi.

“Kota ternyata gak jaminan angka stunting rendah. Mungkin pola dan prilaku hidup perlu diperbaiki,” beber Harum.

Harum minta pengentasan stunting sebagai gerakan bersama dan sinergi kuat antara Puskesmas dan PKK untuk mewujudkan generasi emas Kaltim.

“Saya yakin kolaborasi Puskesmas bersama PKK bisa mewujudkan generasi Kaltim yang sehat, cerdas dan bebas stunting,” pungkas Gubernur Harum.(yans/ky/adpimprovkaltim/ls)

Tinggalkan Komentar