Gubernur Kaltim Harum Lantik Ribuan ASN/PPPK, Ingatkan Kerja Cerdas dan Ikhlas

Oleh Redaksi+ pada 09 Des 2025, 12:43 WIB

Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud (Harum), mengingatkan agar para ASN/PPPK dilingkungan pemerintah provinsi untuk tidka hanya bekerja keras. Tapi harus kerja cerdas dan ikhlas.

Hal tersbeut dikatakannyam saat memimpin langsung prosesi Pengambilan Sumpah/Janji dan Pelantikan Jabatan Fungsional, sekaligus Penyerahan Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (9/12/2025).

Turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni, para Asisten, serta Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim.

Dari laporan yang diterima media ini, Gubernur Harum melantik 1.148 orang Jabatan Fungsional, 3.223 PPPK tahap II, serta 309 PPPK tahap II paruh waktu.

Gubernur menegaskan ini sebagai langkah penting dalam upaya memperkuat birokrasi, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta memastikan pelayanan publik di Kalimantan Timur semakin cepat, stabil, dan berkualitas.

Baginya, ASN dan PPPK merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan publik.

Oleh karena itu, diperlukan aparatur yang adaptif, profesional, serta mampu menghadirkan solusi terbaik bagi masyarakat Kaltim.

“Kerja keras tidak akan mengecewakan hasilnya. Namun kerja keras saja tidak cukup, harus diiringi kerja cerdas, tuntas, dan ikhlas agar hasilnya tak terbatas,” pesannya.

Ia juga memberikan penekanan khusus kepada para ASN dan PPPK yang baru dilantik mengenai pentingnya disiplin, sebagai salah satu kunci keberhasilan dalam bekerja dan berkarier.

Disiplin, menurutnya, adalah fondasi untuk membentuk aparatur yang mampu berakselerasi dan mengejar ketertinggalan dalam berbagai sektor pembangunan.

Pelantikan jabatan fungsional dan pengangkatan PPPK ini, sambungnya, merupakan langkah strategis dalam mendorong efektivitas birokrasi.

Penempatan pegawai sesuai kompetensi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya aparatur agar lebih profesional, berorientasi pada hasil, serta bekerja berdasarkan standar kompetensi yang terukur.

“Yakinlah, energi besar yang dikeluarkan dalam bekerja akan kembali kepada kita dalam bentuk hasil yang sepadan,” ujarnya. (adv/red)

Tinggalkan Komentar