Harkitnas 2026 di Balikpapan, Rahmad Mas’ud Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Bijak Bermedia Digital

Oleh Redaksi+ pada 20 Mei 2026, 21:07 WIB

Pemerintah Kota Balikpapan menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman Balai Kota Balikpapan, Rabu (20/5/2026). Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebhinekaan dengan dipimpin langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, pelajar, hingga organisasi kemasyarakatan. Para peserta tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol persatuan dan kekayaan budaya Nusantara.

Dalam kesempatan itu, Rahmad Mas’ud membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut menyoroti tantangan bangsa yang kini berkembang di era transformasi digital dan derasnya arus informasi.

“Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ujar Rahmad saat membacakan pidato pemerintah pusat.

Menurutnya, momentum Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908, tetapi juga menjadi refleksi penting untuk memperkuat persatuan bangsa dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Dalam amanat itu juga disampaikan sejumlah program strategis nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut meliputi makan bergizi gratis, pembangunan sekolah rakyat dan sekolah garuda, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah pusat turut memberikan perhatian terhadap perlindungan anak di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS.

Kebijakan lain yang menjadi sorotan ialah penundaan akses media sosial dan platform digital berisiko tinggi bagi anak di bawah usia 16 tahun yang mulai diberlakukan sejak 28 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman dan sehat bagi generasi muda.

Rahmad Mas’ud menilai perkembangan teknologi harus dibarengi dengan peningkatan literasi digital masyarakat agar tidak memicu perpecahan maupun penyebaran informasi menyesatkan. Menurutnya, semangat kebangkitan nasional saat ini diwujudkan melalui kemampuan masyarakat menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan setiap langkah pembangunan berorientasi pada kemajuan bersama,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat Balikpapan untuk terus menjaga semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Nilai kebersamaan, menurutnya, menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah dan nasional.

Peringatan Harkitnas 2026 di Balikpapan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga pengingat bahwa tantangan kebangsaan terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Pemerintah berharap masyarakat mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai persatuan dan identitas kebangsaan. (MI/ADV DiskominfoBalikpapan/red)

Tinggalkan Komentar