LOKAL+

Hutan Mangrove Kaltim Jadi Percontohan Penanganan Sampah Laut

Kaltim jadi percontohan penanganan sampah mangrove
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kaltim, Rina Juliati. (Diskominfo Kaltim)

Hutan mangrove Kaltim dipilih menjadi salah satu proyek Percontohan Sampah Plastik Terapung dan Hanyut di Mangrove.

Proyek ini akan dilakukan konsultan lingkungan asal Jepang, yakni Japan Nus Co.LTD (Janus).

“Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan melakukan pendampingan pada saat survei,” kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kaltim, Rina Juliati, mengutip Diskominfo Kaltim, Minggu (4/6/2023).

Selain survey, juga akan dilakukan rentetan aktivitas lain. Seperti investigasi komposisi sampah laut di mangrove, penilaian dampak sampah laut terhadap mangrove, tingkat kematian mangrove muda, peningkatan kesadaran masyarakat, demonstrasi untuk membangun sistem pembersihan oleh berbagai entitas, serta menyusun pedoman pembersihan di kawasan mangrove.

Kalimantan Timur memang merupakan satu dari 9 provinsi prioritas disarankan oleh KLHK yang merupakan area kerja dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Republik Indonesia (BRGM RI). Dengan rehabilitasi mangrove mencapai 600 ribu hektare.

Kesembilan provinsi itu di antaranya adalah Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Barat, dan Papua.

Adapun lokasi yang dipilih oleh Janus adalah Kaltim dan Sumatera Utara.

Sampah laut di Kalimantan menjadi perhatian karena kuatitasnya yang cukup tinggi. Terutama di dekat muara sungai yang menjadi kawasan mangrove.

Balikpapan juga diperkirakan memiliki jumlah sampah laut yang tinggi karena jumlah hotspot sampah yang relatif besar di zona pasang surut tempat tumbuhnya mangrove.

Diketahui, Balikpapan memiliki 10 hotspot sampah di kawasan pesisir laut. Sehingga lokasi proyek yang dipilih Janus berada di Balikpapan.

DLH Provinsi Kaltim berharap kemungkinan proyek ini juga dapat diperluas di kabupaten lain yang memiliki kawasan mangrove dengan luasan cukup besar. Seperti di Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara.

Pilot project ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas data informasi untuk penanganan sampah laut di wilayah Mangrove.

Sekaligus dapat mengurangi kuantitas sampah di laut dan kawasan mangrove, serta dapat menjadi pembelajaran di daerah lain. (krv/pt/DiskominfoKaltim/nus)

ADV DISKOMINFO KALTIM +

Comments

POPULER

To Top