Jaga Stabilitas Pangan, Pemkot Balikpapan Perkuat Kolaborasi Antar Daerah
Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Balikpapan, Wahidin Alaudin, bertopi, melakukan pengawasan pangan di minimarket. (Nusplus)
NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Untuk menjaga stabilitas pangan Balikpapan, Pemerintah Kota terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya memperkuat kolaborasi antar daerah.
Apalagi, di tengah ancaman cuaca ekstrem yang melanda Indonesia, termasuk Balikpapan.
Meski begitu, Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan ketersediaan stok pangan di kota ini dipastikan tetap terkendali, dalam kondisi aman hingga akhir tahun.
Kepastian itu ditegaskan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, Wahidin Alaudin, Kamis.
Ia memastikan suplai berbagai kebutuhan pokok tetap stabil meskipun sebagian besar komoditas masih bergantung pada pasokan luar daerah.
Untuk menjamin ketersediaan pangan, DKP3 juga menggandeng BMKG untuk memantau kondisi cuaca guna mengantisipasi gangguan distribusi.
Ia memastikan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia tidak memengaruhi suplai ke Balikpapan.
“Pertanian itu sangat tergantung cuaca. Tapi cuaca ekstrem dan bencana yang terjadi di Sumatra dan Aceh tidak berdampak pada suplai kita, karena pasokan datang dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur,” tegasnya, pada Kamis (4/12/2025).
Selama 2025, pemerintah daerah telah menyalurkan 21 ton cadangan pangan sebagai bagian dari upaya stabilisasi.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Balikpapan optimistis ketahanan pangan tetap terkendali hingga pergantian tahun. Pihaknya berharap distribusi berjalan lancar dan tidak ada gangguan cuaca.
Bagaimana jika daerah penghasil terdampak?
Ditanya hal itu, ia memastikan Pemkot akan mengalihkan pasokan dari daerah lain. Untuk itu, saat ini dilakukan penguatan kolaborasi antar daerah. Selain itu, pemantauan dan pengawasan juga ditingkatkan.
Wahidin menjelaskan, dari 12 komoditas pangan strategis yang rutin dipantau, ada lima komoditas yang sepenuhnya mengandalkan kiriman daerah lain
“Komoditas yang masih mengandalkan suplai dari luar daerah adalah minyak goreng, bawang merah, bawang putih, telur, dan terigu,” imbuhnya.
Meski kelima komoditas ini tidak semuanya berstatus impor, Wahidin mengakui kontribusi produksi lokal masih terbatas. Karena itu, Pemkot Balikpapan memperkuat kerja sama antar daerah sebagai strategi menjamin stabilitas pasokan.
“Karena itu salah satu langkah yang kami lakukan adalah memperkuat kerja sama antar daerah, dan ini selalu dibahas di TPID,” katanya menegaskan.
Ia menjelaskan pasar Balikpapan cukup menarik bagi para pemasok karena harga yang relatif stabil. “Harga yang bagus membuat barang datang. Kalau daerah lain sudah langka dan daya belinya kurang, Balikpapan justru mendapat keuntungan,” kata Wahidin.
Saat ini, Balikpapan terus menjalin kemitraan dengan daerah pemasok utama seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur untuk kebutuhan bawang merah, bawang putih, dan telur.
Pasokan beras pun terjaga melalui program fasilitasi distribusi pangan dari Bappenas yang membantu menanggung biaya transportasi dari Surabaya menuju Balikpapan. “Dengan fasilitasi ini, beban biaya transportasi ditanggung Bappenas,” kata Wahidin. (MI/Red/ ADV)
- DKP3 Balikpapan
- Kolaborasi Antar Daerah
- Komoditas Pangan Balikpapan
- Pangan Balikpapan
- pemkot balikpapan
Baca Juga :
