Jelang Natal dan Tahun Baru 2026, Pasokan Pangan dan BBM Balikpapan Aman

Oleh Redaktur pada 16 Nov 2025, 13:14 WIB
Haemusri

Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Ketersediaan pangan dan energi seperti BBM bakal meningkat saban menjelang akhir tahun.

Tak terkecuali untuk kebutuhan perayaan Nataru atau Natal dan Tahun Baru 2026.

Pemerintah Kota Balikpapan memastikan ketersediaan Bahan Pokok Penting dan energi tetap aman, meski ada potensi cuaca ekstrem di akhir 2025. Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, menjamin hal itu.

“Kami terus memantau harga dan pasokan kebutuhan pokok,” tutur Haemusri Umar.

Ia juga menyampaikan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sudah berjalan optimal.

Dari hasil koordinasi, ketersediaan pasokan sembako, khususnya beras, masih mencukupi hingga Februari 2026 mendatang.

Haemusri menjelaskan, saat ini cadangan beras sekitar 4 ribu ton. TPID, sambungnya, bekerja dengan koordinasi Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan Bulog.

Menurutnya sinergi ini efektif menjaga stabilitas harga dan mencegah lonjakan inflasi.

Selain bahan pangan pokok, ia juga memastikan pasokan LPG 3 kilogram tetap aman untuk keluarga miskin, nelayan, sopir angkot, dan pelaku usaha mikro.

“Kebutuhan LPG 3 kilogram kita memang mengalami penurunan dibanding tahun lalu,” imbuhnya. Meski demikian, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina dan memastikan distribusi LPG 3 kilogram tetap lancar dan tepat sasaran.

Haemusri juga memastikan stok bahan bakar minyak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Balikpapan.

“Untuk BBM, dari informasi yang kami terima, stok untuk Kaltim dan Balikpapan masih cukup,” tegasnya.

Menurut Haemusri sebagian besar pasokan bahan pokok Balikpapan berasal dari luar Kalimantan.

Semisal Jawa dan Sulawesi, sehingga Pemerintah Balikpapan juga berkoordinasi dengan daerah penghasil untuk memastikan rantai pasok tetap terjaga.

“Kami sudah menjalin kerja sama antar daerah agar pasokan beras, telur, dan komoditas lainnya tidak terganggu,” tegasnya.

Disdag Balikpapan juga terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi dari BMKG dan koordinasi lintas instansi.

Pemkot Balikpapan menilai langkah ini penting mengingat pola hujan ekstrem kerap terjadi pada siklus 10 tahunan.

Pihaknya berkomitmen memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas harga agar masyarakat bisa merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau,” paparnya.

Ia berujar, pemerintah juga tengah memastikan kesiapan gudang penyimpanan logistik di Balikpapan sebagai langkah mitigasi bila terjadi keterlambatan pengiriman.

Distributor diminta menambah stok lebih awal agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami mengimbau pelaku usaha dan distributor menyimpan stok di gudang lokal. Jadi, kalau cuaca buruk menghambat distribusi, pasokan di kota tetap aman,” ingat Haemusri.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait dalam memantau perkembangan cuaca dan transportasi laut. Pemkot Balikpapan berharap kolaborasi lintas sektor ini mampu menjaga stabilitas pangan di tengah tantangan alam.

“Yang penting masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah sudah siaga agar distribusi berjalan lancar menjelang Nataru,” tegas Haemusri. (Jun/ Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar