Jelang Nataru, Bulog Kaltim-Kaltara Pastikan 7.800 Ton Beras Aman untuk Kota Balikpapan

Oleh Admin DB pada 03 Des 2025, 14:22 WIB
Bulog Kaltim

Jelang Nataru, Bulog pastikan stok beras untuk Balikpapan aman. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN –  Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), ketersediaan beras di Kota Balikpapan dipastikan dalam kondisi aman.

Bulog Kaltim-Kaltara memastikan stok beras di Gudang Klandasan mencapai 7.800 ton dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bulog Wilayah Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, saat mendampingi monitoring lapangan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, pada Rabu (3/12/2025).

Pemerintah meninjau langsung kesiapan pasokan dan distribusi guna mengantisipasi potensi gejolak harga pangan. “Stok yang kita kuasai saat ini cukup memadai untuk sampai akhir tahun, terutama menjelang Nataru ini,” ujar Musazdin.

Selain stok utama, Bulog juga mengamankan 269 ton beras komersial serta persediaan untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai instrumen stabilisasi harga apabila terjadi kenaikan permintaan.

Untuk beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), Bulog masih memiliki sisa kuota penyaluran sekitar 3.500 ton.

SPHP tersebut akan disalurkan melalui tujuh jalur distribusi resmi, termasuk TNI-Polri, pengecer tradisional, outlet BUMN, RPK, kios binaan Bulog, serta kios Pemkot di Pasar Klandasan.

Selain beras intervensi, Bulog juga menyediakan beras premium dan komersial untuk memenuhi kebutuhan pasar secara lebih luas.

Di sisi lain, penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah masih berlangsung dengan progres sekitar 30 persen dari total 148 ton yang ditugaskan.

Sisanya menunggu kedatangan minyak goreng sebagai bagian dari paket bantuan yang wajib disalurkan secara bersamaan.

“Penugasan ini disalurkan satu paket, beras bersama minyak. Tidak bisa beras dulu kemudian minyak menyusul,” jelas Musazdin.

Bulog menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan menjelang periode konsumsi puncak pada Desember.

Bersama pemerintah daerah, Bulog terus memantau rantai distribusi dan memastikan tidak ada hambatan yang berpotensi mengganggu harga di pasar.

Dengan stok yang memadai dan distribusi yang terus dikawal, masyarakat Balikpapan diimbau tetap tenang menghadapi musim liburan Nataru tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan beras.

Sebelumnya, Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mempercepat penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) untuk Kota Balikpapan.

Sebanyak 500 ton beras SPHP akan dipasok setiap bulan, ditambah 130 ton cadangan beras pemerintah yang segera didistribusikan setelah paket minyak goreng tiba di pelabuhan.

Kebijakan itu disampaikan Asisten Deputi Stabilisasi Harga Pangan Kemenko Perekonomian, Mohamad Siradj Parwito, saat memantau kesiapan stok beras di Gudang Bulog Klandasan Ilir, pada Rabu.

“SPHP akan disalurkan 500 ton setiap bulannya. Ada juga sekitar 130 ton cadangan yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat,” ujar Siradj.

Ia menjelaskan kebutuhan beras Balikpapan mencapai sekitar 5.300 ton per bulan, terdiri dari 4.000 ton untuk konsumsi rumah tangga dan 1.300 ton untuk sektor hotel, restoran, dan kafe.

Dari kebutuhan itu, lanjut Siradj, pemerintah menyiapkan intervensi langsung melalui 500 ton beras SPHP agar harga tetap terjangkau.

“Dari situ disuplai 500 ton khusus untuk SPHP saja,” imbuhnya.

Program SPHP disalurkan melalui pedagang pengecer, outlet BUMN, serta mitra Bulog, dengan tujuan menjaga kestabilan harga di tengah periode konsumsi puncak.

Siradj menegaskan bahwa intervensi ini penting untuk mencegah spekulasi dan lonjakan harga yang kerap terjadi di akhir tahun.

Sisa 130 ton CBP untuk Balikpapan saat ini menunggu kedatangan minyak goreng agar paket bantuan bisa dikirim sekaligus. Kapal pengangkut disebut sudah tiba di pelabuhan dan antre untuk bongkar.

(MI/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar