LOKAL+

Kaltim Kembangkan Pertanian Presisi, Solusi Petani Tingkatkan Produksi

Kaltim sudah menjalankan pertanian presisi melibatkan 1.411 petani milenial.
Penggunaan drone adalah salah satu implementasi teknologi dalam pertanian presisi. (doran)

Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengembangkan pertanian presisi (Precision Agriculture).

Yakni sebuah teknologi pertanian modern yang mengaplikasikan teknologi informasi.

Teknologi ini membantu petani memahami keadaan lahan dan tanaman secara detail dan akurat.

Terobosan ini telah dijalankan dan diikuti 1.411 orang petani milenial yang tersebar di sepuluh kabupaten-kota.

Mereka terus berinovasi mengimplementasikan teknologi pertanian terbarukan ini sesuai karakter dan target sasaran.

Plh Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Provinsi Kaltim, Rini Susilawati menjelaskan, sepanjang 2022 pemerintah telah memfasilitasi berbagai kegiatan.

Seperti bimbingan teknis kepada para petani milenial. Mulai dari pelatihan teknologi pertanian Smart Farming, pelatihan kewirausahaan bahkan hingga pemasaran digital.

Alhamdulillah antusiasmenya tinggi. Tahun ini, kami akan gelar bimtek serupa dan harapannya dapat menjangkau peserta sesuai target yang diharapkan, ” tutur Rini, Selasa 27 Maret 2023.

Pertanian presisi, lanjut Rini, memungkinkan petani melakukan tindakan tepat sasaran dalam pengelolaan lahan dan tanaman mereka.

Sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian.

Rini menyebut para petani muda di Kaltim sudah terliterasi terkait pertanian presisi.

Pekerjaan rumah utama justru strategi untuk meningkatkan kecintaan masyarakat pada produk-produk lokal.

“Produk kita sendiri sudah good quality-nya, sudah bermerk dagang, berizin dan sehat. Bahkan sudah ikut pameran baik skala lokal hingga global. Jadi tinggal kecintaan masing-masing individu, dalam hal ini masyarakat sebagai bentuk dukungan,” imbuhnya seraya mengajak.

Selain itu, DPTPH berharap ke depannya pertanian dan produk olahan pangan semakin meningkat produktivitasnya.

Pemerintah pun berharap Indeks Pertanaman dapat meningkat pula dengan memanfaatkan lahan eksisting yang ada sejalan dengan pemanfaatan berbagai teknologi budidaya yang terus maju. (sumber: web Diskominfo/nus)

ADV DISKOMINFO KALTIM +

Comments

POPULER

To Top