Makin Dilirik Investor, Rahmad Mas’ud: Balikpapan Sangat Seksi untuk Investasi
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, di lokasi peresmian perusahaan swasta di kota ini. (Nusplus)
NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud kembali mengirim sinyal kuat soal arah pembangunan Kota Minyak, ini.
Usai menghadiri Grand Opening PT. AGPA Refinery Complex di Balikpapan bersama Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, ia menegaskan industri yang tumbuh di kota ini bukan hanya soal pabrik berdiri.
Melainkan juga manfaat nyata bagi warga.
Di lokasi peresmian PT. AGPA Refinery Complex, Rabu (19/11/2025), Rahmad Mas’ud menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Balikpapan.
Menurutnya, keberadaan fasilitas industri ini ikut menggerakkan ekonomi daerah sekaligus membuka ruang kontribusi bagi masyarakat sekitar, bukan sekadar menjadi “tetangga baru” di kawasan industri.
Sejalan pesan Wakil Menteri ESDM, Rahmad menekankan bahwa investasi di Balikpapan diharapkan tidak berhenti pada angka produksi.
Fasilitas industri yang berdiri di kota ini didorong agar ikut menguatkan ketahanan pangan dan energi secara nasional.
“Alhamdulillah, seperti yang disampaikan Pak Wamen, mudah-mudahan ini mendatangkan asas manfaat bukan hanya untuk Balikpapan, tetapi juga untuk ketahanan food dan energi di Indonesia,” ujarnya.
Rahmad tidak ragu menyebut Balikpapan sebagai kota yang “seksi” untuk investasi.
Dengan keberadaan kawasan industri strategis dan dukungan infrastruktur, ia berharap semakin banyak pelaku usaha yang melirik kota ini sebagai basis ekspansi bisnis.
“Ini menunjukkan Kota Balikpapan sangat seksi untuk investasi, terutama industri-industri yang berada di kawasan kita,” tuturnya. Salah satu poin yang paling ia soroti komitmen perusahaan dalam menyerap tenaga kerja lokal.
Rahmad mengaku telah berdiskusi langsung dengan jajaran direksi perusahaan. Dari laporan yang ia terima, serapan tenaga kerja lokal bahkan melampaui target awal yang ia minta.
“Awalnya saya minta minimal 70 persen tenaga kerja lokal. Ternyata mereka sampaikan penggunaannya sudah lebih dari 80 persen. Ini tentu kabar baik,” tegasnya.
Bagi Rahmad, data ini bukan sekadar angka. Ia memaknainya sebagai bukti bahwa industri yang tumbuh di Balikpapan tidak hanya menghadirkan fasilitas produksi, tapi juga membuka jalan bagi warga kota untuk ikut terlibat dan merasakan manfaat ekonomi secara langsung.
Rahmad menegaskan, Pemkot akan terus memantau perkembangan dan transisi operasional perusahaan agar tetap sejalan dengan arah pembangunan industri daerah.
Ia juga mengingatkan dua syarat utama agar lebih banyak investor masuk ke Balikpapan: keamanan dan kenyamanan kota.
“Para investor dan pengusaha akan datang kalau kota ini aman dan nyaman. Itu syarat utama,” ujarnya.
Wali Kota Rahmad memastikan Pemkot Balikpapan terus menjaga stabilitas keamanan serta kualitas pelayanan publik agar iklim usaha tetap kondusif.
Ia menegaskan seluruh proses perizinan perusahaan yang ia tinjau telah melalui prosedur dan regulasi yang berlaku. “Perizinan sudah lengkap, tidak mungkin dioperasikan kalau izinnya tidak ada,” ucapnya.
Ke depan, pihaknya berharap pengembangan kawasan industri di Balikpapan benar-benar memberi nilai tambah bagi daerah, baik dari sisi pendapatan maupun manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kita ingin kawasan industri Balikpapan memberikan manfaat dan menjadi penopang pertumbuhan kota,” ujar Rahmad. (Jun/Red/ ADV)
