Matangkan Syarat Teknis Sekolah Rakyat, Pemkot Balikpapan Pastikan Kesiapan Fasilitas

Oleh Redaktur pada 17 Nov 2025, 14:16 WIB
Kadinsos Bpp

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan terus menyiapkan berbagai kelengkapan teknis untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

Salah satunya, fasilitas pendidikan berasrama, yang kini tengah dirancang untuk memperluas akses belajar bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Hingga saat ini, Pemkot telah mengajukan empat lokasi untuk pembangunan sekolah tersebut.

Dua lokasi di antaranya telah memenuhi syarat lahan dan siap diajukan ke Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai pelaksana program.

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, menegaskan bahwa proses penetapan lokasi sekolah sepenuhnya merupakan kewenangan Kemensos.

Kendati demikian, pemerintah daerah tetap berkewajiban menyiapkan seluruh kebutuhan dasar agar proses pembangunan dapat berjalan lancar.

“Kami memastikan seluruh persyaratan teknis seperti status tanah, jaringan listrik, air bersih, hingga aksesibilitas yang telah terpenuhi,” papar Edy.

Ia melanjutkan, “Begitu pemerintah pusat memberikan persetujuan, Balikpapan langsung siap.”

Edy Gunawam menjelaskan, kesiapan daerah tak hanya sebatas penyediaan lahan. Setelah pembangunan selesai dan sekolah mulai beroperasi, Pemkot Balikpapan juga bakal mengambil peran penting dalam pengelolaan fasilitas.

Misalnya, operasional asrama, keamanan, listrik.

“Bahkan hingga pembinaan siswa itu semua juga perlu komitmen daerah. Kami ingin saat sekolah berdiri, semuanya sudah berjalan stabil,” ucapnya.

Saat ini, Balikpapan telah mengirim empat siswa untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Provinsi Kaltim di Kota Samarinda. Langkah ini sebagai langkah awal pembinaan.

Pendampingan dilakukan agar anak-anak dapat menyesuaikan diri dengan pola belajar asrama.

Di tingkat provinsi, Pemerintah Kaltim terus memperluas fasilitas serupa. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menuturkan bahwa dua sekolah rakyat baru sedang dibangun di Samarinda, menambah daftar fasilitas pendidikan berasrama yang telah beroperasi.

“Kami berharap setiap kabupaten/kota memiliki satu sekolah rakyat. Bila semua berjalan sesuai rencana, totalnya akan menjadi sepuluh unit di Kaltim,” ujar Seno saat ditemui terpisah belum lama ini.

Pemkot Balikpapan pun optimistis, pembangunan sekolah rakyat akan memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan membantu pemerataan kesempatan belajar antarwilayah.

Begitu persetujuan turun, Balikpapan akan langsung bergerak, kata Edy. (Ml/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar