Mengelola Amarah di Tempat Kerja: Kunci Menjaga Profesionalisme ASN

Oleh Redaksi+ pada 05 Agu 2025, 22:05 WIB

Kemampuan mengendalikan emosi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, meningkatkan produktivitas, dan mencerminkan etika aparatur sipil negara.

Dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam hal pengelolaan emosi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengadakan sharing session dengan tema “Mengelola Amarah di Tempat Kerja bagi ASN”, Selasa (5/8/2025).

Mewakili Kepala BPSDM Kaltim, Kepala Bidang Sertifikasi Kompetensi dan Pengelolaan Kelembagaan (SKPK) BPSDM, Siti Djaitun, menyampaikan bahwa di tengah dinamika dunia kerja yang serba cepat, tantangan adalah hal yang tak terhindarkan.

Sebagai ASN, kita dituntut untuk memberikan pelayanan prima, menjaga integritas, dan bekerja secara profesional. Salah satu kunci untuk menjaga profesionalisme tersebut adalah kemampuan dalam mengelola emosi, khususnya amarah.

“Amarah yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak negatif, tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada rekan kerja, kualitas pekerjaan, dan citra instansi di mata masyarakat,” ungkap Siti Djaitun.

Oleh karena itu, BPSDM Kaltim merasa perlu untuk membekali para ASN dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengelola emosi.

Tujuan dari sharing session ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kesehatan mental serta meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam mengelola emosi. Khususnya amarah, agar ASN dapat bekerja secara efektif dan produktif serta menjaga hubungan interpersonal di lingkungan kerja.

“Kami yakin wawasan yang diberikan oleh narasumber akan sangat bermanfaat bagi semua peserta dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan harmonis,” tambah Siti Djaitun.

Acara ini menghadirkan Guru Besar Psikologi dan Kesehatan Mental Universitas Airlangga sebagai narasumber. (Prb/ty/portalkaltim/ky)

Tinggalkan Komentar