Menuju Smart City, Pemkot Balikpapan Mantapkan Layanan Satu Pintu eManuntung

Oleh Redaksi+ pada 19 Nov 2025, 15:41 WIB
Kadiskominfo Bpp

Kepala Diskominfo Balikpapan Erriansyah Haryono. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Sebagai upaya menjadikan Kota Balikpapan sebagai Kota Smart City, pemerintah setempat menghadirkan layanan publik digital yang terintegrasi kembali melaju kencang.

Pada Rabu (19/11/2025), Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memantapkan langkah penguatan transformasi digital lewat aplikasi eManuntung.

Ini adalah platform satu pintu yang merangkum beragam layanan pemerintahan dalam satu genggaman.

Kepala Diskominfo Balikpapan Erriansyah Haryono memaparkan kepada awak media arah besar berbasis Smart City terkait sosialisasi eManuntung.

Yakni menuju pelayanan publik yang modern, efisien, dan transparan.

eManuntung, lanjutnya, bukan sekadar aplikasi, tetapi pintu utama bagi warga untuk berinteraksi dengan pemerintah tanpa harus berpindah-pindah kanal layanan.

Melalui eManuntung, warga dapat mengurus berbagai kebutuhan administrasi cukup lewat satu platform.

Mulai administrasi kependudukan, layanan kelurahan, informasi pajak daerah, retribusi pasar, hingga informasi titik WiFi publik.

Termasuk akses CCTV TMC, regulasi melalui JDIH, sampai layanan darurat semuanya dirancang agar bisa diakses dalam satu aplikasi yang sama.

Bagi Pemkot Balikpapan, eManuntung fondasi penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dengan layanan yang saling terhubung, alur birokrasi diharapkan menjadi lebih ringkas dan hemat waktu, baik bagi masyarakat maupun aparatur.

“eManuntung menjadi wajah pelayanan digital Balikpapan. Masyarakat dan ASN bisa mengakses layanan dengan lebih cepat dan mudah,” tegas Erriansyah.

Manfaatnya tak berhenti di ranah publik. Di balik layar, aparatur pemerintah merasakan perubahan cara kerja. Pelaporan dan koordinasi antar-organisasi perangkat daerah menjadi lebih singkat karena sistem sudah terhubung dalam satu platform digital.

Dokumen yang dulu berpindah secara manual kini bisa ditelusuri dan diproses secara real time.

Meski sudah berjalan, eManuntung masih berada dalam fase pengembangan. Fitur-fitur baru akan terus ditambahkan seiring integrasi lintas sektor dan kebutuhan warga yang berkembang.

“Keamanan data akan terus diperkuat dan literasi digital masyarakat menjadi fokus kami. eManuntung harus menjadi ekosistem yang lengkap,” ujar Erriansyah, menekankan pentingnya perlindungan data dan edukasi pengguna.

Ke depan, Diskominfo menargetkan eManuntung menjadi motor penggerak Balikpapan Smart City, sekaligus penguat kepercayaan publik terhadap kualitas layanan pemerintah.

Menutup sesi wawancara, Erriansyah merangkumnya dalam satu pesan.

Katanya, “Transformasi digital ini investasi jangka panjang. Ini bukan pilihan, tetapi kebutuhan.” Bagi Balikpapan, eManuntung bukan sekadar aplikasi, melainkan langkah konkret mendekatkan layanan pemerintah ke telapak tangan warganya. (Jun/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar