MTQ Kota ke-53 Usai: Balikpapan Utara Juara Umum, MTQ 2026 di Balikpapan Selatan

Oleh Redaksi+ pada 20 Nov 2025, 14:11 WIB

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, menutup MTQ Kota ke-53 di Balikpapan Utara. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 tingkat Kota Balikpapan resmi ditutup pada Rabu malam, (19/11/2025), di Gedung GWT Politeknik Negeri Balikpapan.

Dentuman beduk yang dipukul Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menandai berakhirnya sepekan penuh lantunan ayat suci yang mengisi malam-malam warga.

Dari balik panggung, gemuruh tepuk tangan dan sorak dukungan penonton menutup ajang yang diikuti 400 peserta dari enam kecamatan ini.

Tahun ini, panggung utama milik Kecamatan Balikpapan Utara.

Tampil sebagai tuan rumah, kafilah Balikpapan Utara bukan hanya mengamankan posisi teratas, tetapi juga mengunci status juara umum.

Balikpapan Utara berhasil mengoleksi raihan 92 gelar; terdiri dari 9 juara pertama, 11 juara kedua, dan 14 juara ketiga. Di belakangnya, Balikpapan Tengah membayangi dengan 82 kemenangan.

Disusul kemudian Balikpapan Selatan (78), Balikpapan Kota (58), Balikpapan Barat (57), dan Balikpapan Timur (40). Dominasi ini menjadi penegas pembinaan tilawatil Quran di Balikpapan Utara tidak berjalan instan, tetapi konsisten dan terarah.

Di balik angka-angka, ada kerja panjang yang tak selalu tampak di panggung.

Sejak jauh hari, peserta, pelatih, ofisial hingga panitia pendukung di Balikpapan Utara dikabarkan menjaga ritme latihan dan persiapan tanpa henti.

Malam final bagi mereka hanya menjadi puncak dari rutinitas panjang, sesi murajaah hingga larut malam, simulasi lomba, hingga pembinaan mental agar para qori dan qoriah tidak mudah grogi ketika berdiri di depan dewan hakim dan ribuan pasang mata.

Pemerintah Kota Balikpapan juga masuk dengan dukungan konkret. Selain apresiasi dari atas panggung, Pemkot memberikan dana pembinaan bagi peserta yang berhasil meraih juara.

Bantuan ini bukan sekadar hadiah, tetapi diharapkan menjadi modal tambahan bagi para kafilah untuk mempersiapkan diri menuju jenjang yang lebih tinggi.

Mulai tingkat provinsi hingga nasional bahkan internasional. Targetnya jelas prestasi Kota Minyak di ajang MTQ tidak berhenti di level kota.

Wali Kota Rahmad Mas’ud kembali mengingatkan MTQ bukan hanya soal siapa yang pulang membawa piala. Ia menekankan MTQ sebagai ruang pembentukan mental dan karakter generasi muda Balikpapan.

Anak-anak yang berani tampil membacakan Al Quran di hadapan publik, ujar Rahmad, sesungguhnya sedang melatih kepercayaan diri dan keteguhan hati mereka.

“Kalau OPD menggelar pengajian, tidak perlu memanggil dari luar. Tampilkan anak-anak kita. Kita latih mentalnya supaya tidak grogi dan berani tampil,” tegasnya dari podium.

Rahmad juga menggarisbawahi berakhirnya MTQ bukan berarti berakhir pula syiar Islam di Balikpapan.

Justru, ajang ini seharusnya menjadi pemantik agar budaya membaca dan mengamalkan Alquran semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari.

“Niat mempelajari Alquran bukan hanya untuk lomba, tapi sebagai petunjuk dalam menjalani hidup dan membangun karakter anak bangsa,” ujarnya.

Harapannya, kedekatan masyarakat dengan Alquran melahirkan generasi Balikpapan yang berilmu dan berakhlak.

Panggung MTQ tahun ini juga menjadi ruang apresiasi bagi tuan rumah venue, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba).

Rahmad menyampaikan terima kasih atas fasilitas dan dukungan yang diberikan selama pelaksanaan. Ia menilai kolaborasi antarinstansi berjalan baik dan perlu dijaga konsistensinya.

Dari parkiran yang tertata, tenda kuliner yang ramai, hingga area lomba yang rapi, semua ikut membentuk wajah MTQ sebagai event religius yang tertib namun tetap hidup.

Estafet penyelenggaraan resmi bergerak ke selatan kota. Kecamatan Balikpapan Selatan ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ ke-54 tingkat Kota Balikpapan yang dijadwalkan berlangsung pada 2026 mendatang.

Pengumuman itu disampaikan langsung Rahmad Mas’ud di panggung penutupan dan disambut antusias warga Balikpapan Selatan.

Penunjukan ini bukan tanpa alasan kafilah Balikpapan Selatan juga mencatat prestasi membanggakan tahun ini, dengan 11 peserta menyabet juara pertama di berbagai cabang lomba.

Di ujung acara, ketika lampu panggung mulai diredupkan dan para kafilah bersalaman satu sama lain, pesan besar dari MTQ ke-53 kembali mengemuka.

Lomba boleh selesai, tapi tugas menjaga generasi tetap berjalan. MTQ diharapkan menjadi benteng moral bagi anak muda Balikpapan menuju Generasi Emas 2045.

Wali Kota Rahmad pun mengingatkan, “MTQ bukan sekadar lomba, tapi investasi moral untuk masa depan kota ini.” (Jun/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar