Musim Hujan Tiba: BPBD Balikpapan Minta Warga Lebih Peka Tanah Bergerak
Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali. (Nusplus)
NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Hujan deras yang mengguyur Balikpapan dalam beberapa hari terakhir mulai meninggalkan jejak yang bikin waswas.
Di kawasan Mushola Sirotul Mustaqim, Jalan Tanjungpura No. 61, RT 25 Kelurahan Telagasari, Kecamatan Balikpapan Kota, tanah di tebing belakang bangunan dilaporkan bergerak dan memicu longsor.
Kini, bukan hanya bangunan mushola yang terancam, tapi juga rumah-rumah warga yang berada tepat di bawah tebing.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengingatkan warga agar lebih peka terhadap tanda-tanda pergerakan tanah di lingkungan mereka.
Ia menyebut indikator sederhana yang sering diabaikan, seperti dinding yang retak, jalan yang tiba-tiba amblas, hingga pohon yang mulai miring.
“Deteksi dini sangat penting. Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera lapor ke BPBD,” imbaunya, Jumat (21/11/2025).
Menurut Usman, hasil pemeriksaan tim lapangan di sekitar Mushola Sirotul Mustaqim menunjukkan pergeseran tanah yang cukup signifikan.
Kombinasi curah hujan tinggi dan kontur tanah yang labil membuat lereng di area itu rentan bergeser.
Jika tak segera ditangani, bagian bangunan mushola yang berada dekat tebing berisiko roboh dan membahayakan jamaah maupun warga sekitar.
Ancaman tidak berhenti di situ. Longsoran tanah di titik yang sama juga berpotensi menimbun rumah-rumah warga yang berada tepat di bawah area longsor.
Retakan yang terus melebar dan posisi lahan yang semakin miring membuat risiko longsor susulan kian besar. Kondisi ini mendorong BPBD bergerak cepat melakukan langkah darurat di lapangan.
Sebagai penanganan awal, BPBD menyalurkan bantuan berupa terpal untuk menutup permukaan tanah yang retak.
Langkah ini dilakukan agar air hujan tidak langsung menggerus permukaan tanah dan memperparah longsor.
Terpal dipasang mengikuti pola retakan dengan harapan bisa sedikit menahan infiltrasi air sambil menunggu penanganan yang lebih permanen dari instansi teknis terkait.
Usman menegaskan, pemasangan terpal ini sifatnya hanya solusi sementara.
BPBD tetap melakukan pemantauan rutin ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak kelurahan serta pengurus RT untuk membatasi aktivitas warga di sekitar area rawan.
“Selama cuaca ekstrem masih terjadi, kami imbau warga tidak berada di dekat area retakan. Longsor susulan bisa terjadi kapan saja,” tegasnya.
Untuk jangka panjang, BPBD Kota Balikpapan akan menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) guna menyusun langkah teknis.
Opsi penanganan yang dibahas mencakup perkuatan struktur tanah, pembangunan dinding penahan, hingga renovasi ulang bagian mushola yang berada di zona rawan.
Tujuannya jelas, kata Usman, mencegah runtuhan lebih besar dan menjaga agar aktivitas ibadah dan hunian warga tetap aman.
Usman juga menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan penanganan.
Ia menyebut kejadian di Telagasari ini sebagai pengingat bahwa ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, meningkat saat musim hujan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi di musim hujan,” jelasnya. BPBD berharap partisipasi warga dapat membantu meminimalkan risiko korban dan kerugian. Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami. (Jun/Red/ ADV)
