Pemerintah Distribusikan Ratusan Ton Beras ke Balikpapan, Bagus: 85 Persen Pangan dari Luar

Oleh Admin DB pada 03 Des 2025, 15:37 WIB
Wawali Bagus

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, meninjau ketersediaan pangan di kota ini. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN –  Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mempercepat penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) untuk Kota Balikpapan.

Sebanyak 500 ton beras SPHP akan dipasok setiap bulan, ditambah 130 ton cadangan beras pemerintah (CBP) yang segera didistribusikan setelah paket minyak goreng tiba di pelabuhan.

Langkah percepatan ini dilakukan sebagai antisipasi potensi kenaikan harga dan meningkatnya konsumsi jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Kebijakan itu diutarakan Asisten Deputi Stabilisasi Harga Pangan Kemenko Perekonomian, Mohamad Siradj Parwito, saat memantau kesiapan stok beras di Gudang Bulog Klandasan Ilir, pada Rabu (3/12/2025).

“SPHP akan disalurkan 500 ton setiap bulannya. Ada juga sekitar 130 ton cadangan yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat,” ujar Siradj.

Ia menjelaskan kebutuhan beras Balikpapan mencapai sekitar 5.300 ton per bulan, terdiri dari 4.000 ton untuk konsumsi rumah tangga dan 1.300 ton untuk sektor hotel, restoran, dan kafe.

Dari kebutuhan itu, lanjut Siradj, pemerintah menyiapkan intervensi langsung melalui 500 ton beras SPHP agar harga tetap terjangkau.

“Dari situ disuplai 500 ton khusus untuk SPHP saja,” imbuhnya.

Program SPHP disalurkan melalui pedagang pengecer, outlet BUMN, serta mitra Bulog, dengan tujuan menjaga kestabilan harga di tengah periode konsumsi puncak.

Siradj menegaskan bahwa intervensi ini penting untuk mencegah spekulasi dan lonjakan harga yang kerap terjadi di akhir tahun.

Di sisi lain, cadangan pangan nasional juga disiapkan untuk 82 juta penerima manfaat di Indonesia.

Ia merinci, setiap keluarga menerima 10 kilogram beras per bulan, umumnya diberikan sekaligus 20 kilogram ditambah 4 liter minyak goreng. Paket lengkap ini terbukti menekan inflasi lokal.

“Biasanya kalau sedang menerima paket bantuan, mereka tidak membeli SPHP lagi, sehingga berdampak signifikan terhadap penurunan inflasi,” kata Siradj.

Sisa 130 ton CBP untuk Balikpapan saat ini menunggu kedatangan minyak goreng agar paket bantuan bisa dikirim sekaligus. Kapal pengangkut disebut sudah tiba di pelabuhan dan antre untuk bongkar.

Selain memeriksa stok, Kemenko Pangan juga menilai fasilitas penyimpanan Bulog Balikpapan telah memenuhi standar.

“Kami melihat untuk gudangnya juga cukup layak,” imbuhnya. Dengan percepatan distribusi beras dan cadangan pangan, pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga tetap terjaga.

Upaya pengendalian inflasi ini akan dikawal bersama Bulog, pemerintah daerah, serta lembaga terkait agar masyarakat dapat melalui masa Nataru tanpa gejolak harga yang memberatkan.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengakui ketergantungan pangan jangka panjang menjadi persoalan serius yang harus segera dibenahi.

“Beliau cukup kaget karena 85 persen pangan kita disuplai dari luar. Kami konsen terhadap ketahanan pangan dan ingin mengurangi ketergantungan ini,” kata Bagus.

Ia menjelaskan dari 96 hektare potensi sawah yang dimiliki Balikpapan, hanya 27 hektare yang aktif digarap saat ini, berlokasi di Bukit Binjai.

Pemerintah masih fokus pada perawatan irigasi sebelum dapat membuka lahan baru.

“Sawah kita baru 27 hektare berjalan. Kita ingin cetak sawah baru, bukan hanya rehab,” imbuhnya.

Menjelang meningkatnya konsumsi akhir tahun, Bagus memastikan harga pangan di Balikpapan masih terkendali berkat Satgas Pengendalian Inflasi Daerah.

Namun ia mengingatkan stabilitas itu sangat bergantung pada elancaran distribusi. Saat ini kota masih berada pada posisi rawan jika terjadi gangguan logistik ataupun cuaca ekstrem. (MI/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar