Pemkot Kirim Tenaga Pengajar Balikpapan Ikuti Pelatihan di Universitas Ummul Qura Makkah

Oleh Redaktur pada 26 Nov 2025, 15:18 WIB
guru bpp

Pemkot Balikpapan siap kirim para guru ke kampus bonafid di Saudi. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai menggeser pendekatan pengembangan sumber daya manusia ke arah penguatan kompetensi bahasa asing para guru.

Kebijakan ini muncul dari rencana kerja sama baru antara Pemkot dan Universitas Ummul Qura Makkah, Arab Saudi, yang membuka peluang pelatihan intensif bagi tenaga pendidik dari Balikpapan.

Informasi ini disampaikan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, usai membuka Pelatihan Luring Gemini Academy 2025 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, pada Rabu (26/11/2025).

Rahmad menegaskan program ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah sistematis meningkatkan kemampuan pedagogis dan literasi Arab di lingkup pendidikan dasar hingga menengah.

Menurutnya, proses awal kerja sama dijadwalkan berlangsung pada 27 November.

Pemkot akan memberangkatkan puluhan tenaga pengajar yang dinilai memenuhi kualifikasi untuk mengikuti pendidikan bahasa Arab langsung di kampus Universitas Ummul Qura.

Kampus ini salah satu perguruan tinggi terkemuka di Makkah yang dikenal fokus pada studi bahasa, syariah, dan pendidikan.

Rahmad menjelaskan, program tersebut mencakup pelatihan intensif selama kurang lebih tiga bulan.

Ia berujar para peserta akan mengikuti pembelajaran terstruktur yang dirancang untuk memperkuat kemampuan linguistik. Serta pemahaman tata bahasa, dan metode pengajaran bahasa Arab yang sesuai standar internasional.

Setelah kembali ke Balikpapan, para guru diharapkan mampu mengimplementasikan pembelajaran bahasa Arab secara lebih sistematis di sekolah masing-masing.

“Para guru akan menjalani pendidikan bahasa Arab. Sehingga mereka nanti bisa mengajarkan bahasa Arab ke seluruh sekolah,” tutur Rahmad.

Ia mengungkapkan, Universitas Ummul Qura meminta sekitar 20 hingga 30 guru untuk mengikuti program perdana tersebut.

Pemkot menyerahkan seleksi pesertanya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat untuk memastikan yang diberangkatkan benar-benar tenaga pendidik yang siap dan memiliki dasar kemampuan memadai.

Salah satu poin penting dalam kerja sama ini yaitu pembiayaannya.

Rahmad memastikan bahwa seluruh biaya pendidikan ditanggung langsung oleh Universitas Ummul Qura.  Hal tersebut membuka kesempatan lebih luas bagi guru untuk meningkatkan kompetensi tanpa terbebani aspek finansial.

Sekaligus menandai pengakuan dari institusi internasional terhadap potensi pendidikan di Balikpapan.

Selain penguatan bahasa Arab, Pemkot juga mulai menyusun rencana kemitraan pendidikan dengan sejumlah universitas dunia lainnya.

Rahmad menyampaikan, adanya penjajakan dengan Universitas Cambridge di London serta beberapa universitas di China.

Agenda ini, sebutnya, sejalan dengan kebutuhan global yang menempatkan literasi bahasa asing sebagai salah satu indikator daya saing sumber daya manusia.

Bagi Rahmad, pengembangan kompetensi bahasa asing tidak boleh berhenti pada bahasa Inggris dan Arab. Dalam dinamika ekonomi global, bahasa China juga jadi keterampilan yang semakin dibutuhkan, baik dalam konteks bisnis, hubungan internasional, maupun kolaborasi lintas negara.

Ia menilai penting bagi dunia pendidikan Balikpapan untuk bertransformasi mengikuti kebutuhan tersebut.

“Kita harus bertransformasi. Nanti tidak hanya bahasa Inggris maupun Arab, tapi juga bahasa China. Kemampuan ini yang dunia juga butuhkan sekarang,” tuturnya.

Selama ini, lanjut Rahmad, penguatan SDM cenderung berfokus pada digitalisasi, peningkatan sarana prasarana, serta pemenuhan kekurangan tenaga pengajar.

Kendati demikian, Wali Kota menyakini, dengan penekanan pada penguasaan bahasa asing tampak menjadi salah satu prioritas utama guna menyiapkan generasi pelajar yang mampu bersaing dalam lingkungan global.

Selain itu, pelatihan internasional bagi guru dapat menghasilkan efek domino terhadap kualitas pembelajaran di sekolah.

Guru yang mendapatkan pengalaman pendidikan langsung di luar negeri diharapkan mampu membawa metode pengajaran yang lebih variatif, membuka perspektif baru, serta meningkatkan kualitas kurikulum bahasa asing di Balikpapan.

Program kerja sama ini diperkirakan akan menjadi salah satu fondasi penting dalam perluasan kompetensi guru di masa mendatang.

Pemkot juga menyiapkan tahapan lanjutan, termasuk evaluasi dan kemungkinan peningkatan jumlah peserta pelatihan pada periode berikutnya.

“Jika kerja sama dengan kampus internasional bisa efektif, Balikpapan dapat menjadi salah satu daerah di yang lebih siap menghadapi tuntutan transformasi pendidikan global,” jelasnya. (MI/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar