Pemkot Pastikan Pasokan Pangan Balikpapan Aman Meski Dominan Dipasok dari Luar Daerah

Oleh Redaksi+ pada 21 Nov 2025, 13:56 WIB
DPK3 Balikpapan Sri

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Balikpapan, Sri Wahjuningsih. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan ketersediaan pangan tetap aman meski sekitar 80 persen kebutuhan bahan pokok kota ini dipasok dari luar daerah.

Kondisi ini juga menjadi perhatian pemerintah dalam mempersiapkan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, Sri Wahjuningsih, mengatakan terbatasnya lahan pertanian membuat produksi lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Lahan pertanian terbatas dan tidak subur, produksi lokal kita memang tidak akan mampu memenuhi kebutuhan pangan,” ujar perempuan yang akrab di sapa Yuyun itu.

Menurutnya, pasokan pangan termasuk untuk kebutuhan MBG tetap mengikuti mekanisme pasar.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar distributor mengambil bahan dari daerah lain.

“Berarti meningkat kebutuhan pangan akibat MBG masuk ke mekanisme pasar” sebutnya dihadapan awak media.

Yuyun mencontohkan, pasokan telur umumnya berasal dari Jawa Timur dan Sulawesi. Untuk daging sapi, suplai datang dari Sulawesi dan Bali.

Selain itu, kebutuhan daging juga didukung oleh ketersediaan daging beku.

“Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pasti memanfaatkan potensi daging beku yang memang banyak tersedia,” tuturnya.

Yuyun juga memastikan hingga saat ini tidak ada laporan kekurangan pangan, baik dari masyarakat maupun dari penyelenggara SPPG.

Stok pangan juga dinilai aman menghadapi pelaksanaan MBG dan periode Natal dan Tahun Baru.

“Jadi yang penting kebutuhan pangan masyarakat Balikpapan tetap tercukupi,” tekan Yuyun.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Pemkot Balikpapan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil pangan. Kerja sama tersebut mencakup berbagai komoditas seperti beras, cabai, dan bawang.

“Kerja sama ini ditindaklanjuti para pejuang-pejuang pangan, dalam hal ini para distributor,” kata Yuyun.

Sri menyampaikan, selain bekerja sama dengan sejumlah daerah penghasil pangan dalam menjaga stabilitas pasokan, pemerintah juga berupaya menjaga kestabilan pasokan dan daya beli masyarakat.

Melalui program bantuan pangan reguler, ribuan keluarga di Kota Balikpapan menerima bantuan beras dan minyak goreng untuk periode Oktober hingga November 2025.

Menurut Sri, program nasional yang dilakukan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog ini disalurkan ke Balikpapan.

Sri Wahjuningsih, mengatakan program ini menjadi bagian dari langkah pemerintah pusat menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga pangan, di tengah tekanan ekonomi masyarakat.

Ia mengatakan bantuan itu bukan hanya sekadar distribusi beras dan minyak, tapi juga bagian strategi nasional menjaga stabilitas harga pangan. “Terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah,” imbuh Sri.

Pemkot Balikpapan berperan memastikan bantuan tepat sasaran dengan menyalurkannya kepada 9.356 keluarga penerima manfaat (KPM).

Setiap keluarga menerima 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng merek Minyakita setiap bulan selama dua bulan berturut-turut.

Ia memastikan program bantuan pangan ini membantu kebutuhan dasar rumah tangga, sekaligus menjadi instrumen pengendali harga di pasaran.

Sri berharap, langkah ini dapat menjaga keseimbangan pangan di Kota Balikpapan secara berkelanjutan, terutama menjelang akhir tahun ketika kebutuhan masyarakat biasanya meningkat. (MI/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar