Ratusan ASN Balikpapan Pensiun Tiap Tahun, BKPSDM Sebut Rekrutmen Pegawai Baru Masih Belum Seimbang

Oleh Redaksi+ pada 19 Mei 2026, 09:52 WIB

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan, Purnomo.

Kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan masih menghadapi ketidakseimbangan serius. Jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun setiap tahun dinilai jauh lebih besar dibandingkan formasi penerimaan baru, sehingga berdampak pada kekurangan tenaga di berbagai sektor pelayanan publik.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan, Purnomo, mengatakan pada 2026 jumlah ASN yang memasuki masa purna tugas mencapai hampir 200 orang. Sementara itu, kuota penerimaan pegawai baru belum mampu menutupi kebutuhan pegawai yang terus berkurang akibat tingginya angka pensiun.

“Kalau tahun ini banyak, rata-rata hampir 200 (yang pensiun). Jadi perbandingan antara yang masuk formasi CPNS sama yang keluar itu jomplang,” ujar Purnomo, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Balikpapan, tetapi juga dialami banyak daerah lain di Indonesia. Salah satu penyebab utama terbatasnya penerimaan ASN adalah aturan pembatasan belanja pegawai yang tidak boleh melebihi 30 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Purnomo menjelaskan, apabila komposisi belanja pegawai suatu daerah telah melampaui batas yang ditentukan, maka pemerintah daerah tidak akan memperoleh tambahan kuota formasi penerimaan pegawai negeri sipil dari pemerintah pusat. Akibatnya, proses regenerasi ASN berjalan tidak seimbang dengan jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun setiap tahun.

Selain itu, penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga dinilai belum sepenuhnya mampu menambah jumlah tenaga ASN di lingkungan pemerintah daerah. Sebab, sebagian besar formasi PPPK hanya mengakomodasi tenaga non-ASN yang sebelumnya memang sudah bekerja di instansi pemerintah.

Menurut Purnomo, kondisi tersebut membuat kekurangan pegawai belum bisa tertutupi secara signifikan karena jumlah ASN yang pensiun masih lebih besar dibandingkan tambahan pegawai baru. Pemerintah daerah pun harus melakukan berbagai penyesuaian agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Komposisi ASN di Balikpapan saat ini juga didominasi pegawai perempuan dengan selisih sekitar lima persen dibandingkan ASN laki-laki. Pemerintah daerah terus melakukan pemetaan kebutuhan pegawai agar distribusi tenaga di setiap organisasi perangkat daerah tetap seimbang dan sesuai kebutuhan pelayanan masyarakat.

Meski menghadapi keterbatasan jumlah ASN, Pemerintah Kota Balikpapan memastikan pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. BKPSDM menyebut pemerintah masih terus mencari solusi jangka panjang agar kebutuhan pegawai dapat terpenuhi secara lebih ideal di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Pemerintah juga berharap para ASN yang memasuki masa pensiun tetap dapat memberikan kontribusi di tengah masyarakat melalui pengalaman dan pengabdian yang dimiliki selama bertugas sebagai aparatur negara. (MI/ADV Diskominfo Balikpapan/red)

Tinggalkan Komentar