RDMP Balikpapan Masuki Babak Baru, Pemkot Paparkan Dampak Ekonomi dan Peluang Kerja

Oleh Redaksi+ pada 27 Nov 2025, 15:37 WIB
Rahmad Masud

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN –  Pemerintah Kota Balikpapan menanggapi perkembangan terbaru proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, yang kini memasuki tahap pengoperasian awal RFCC Complex.

Unit ini menjadi salah satu komponen penting dalam upaya peningkatan kapasitas produksi dan kualitas olahan di Kilang Balikpapan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menilai progres tersebut membawa implikasi langsung terhadap dinamika ekonomi daerah, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja serta geliat sektor usaha pendukung.

Menurutnya, aktivitas konstruksi maupun operasional yang terus berjalan telah menciptakan pergerakan ekonomi yang signifikan di berbagai wilayah kota.

“Pertamina banyak mempekerjakan tenaga kerja lokal maupun dari berbagai daerah di Indonesia. Proyek ini bagian dari peningkatan ketahanan energi nasional dan berada di Kilang Balikpapan,” kata Rahmad Mas’ud, pada Kamis (27/11/2025).

Wali Kota Rahmad menjelaskan, kehadiran ribuan pekerja yang terlibat dalam pengerjaan RDMP selama beberapa tahun terakhir telah memicu pertumbuhan ekonomi mikro.

Sektor jasa seperti transportasi, laundry, kuliner, akomodasi hingga berbagai layanan pendukung mengalami peningkatan permintaan, yang turut dirasakan pelaku usaha kecil dan menengah.

Ia menegaskan pola pertumbuhan tersebut menunjukkan bagaimana proyek berskala nasional dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal apabila dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.

Selain dampak sosial-ekonomi, Rahmad juga menyoroti kemajuan teknis RDMP.

Salah satu capaian terbaru adalah beroperasinya unit pemurnian LPG dengan kapasitas produksi mencapai 43 ribu ton per tahun.

Pencapaian ini, menurut Rahmad Mas’ud, memperkuat upaya peningkatan kapasitas kilang untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, sekaligus mendukung standar emisi dan kualitas produk yang lebih tinggi.

Di sisi lain, memasuki tahapan pengoperasian awal Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, proyek RDMP berada pada fase krusial sebelum masuk ke operasi penuh.

RFCC menjadi kunci dalam menghasilkan produk BBM bernilai tinggi dari bahan baku residu, sehingga meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi kilang.

Wali Kota Rahmad berharap seluruh perkembangan RDMP dapat terus memberi dampak positif bagi Balikpapan. Termasuk untuk penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, hingga kontribusi lebih luas bagi Indonesia.

“Harapan kita manfaatnya dirasakan Balikpapan, Kalimantan Timur, dan secara nasional,” tutur Rahmad.

Proyek RDMP Balikpapan ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas kilang dari sekitar 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Sekaligus memastikan kualitas produk yang dihasilkan memenuhi standar energi modern. (MI/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar