SMAN 10 Samarinda Masuk Program Garuda Transformasi, Siswa Tembus Kampus Luar Negeri Meningkat 700%

Oleh Redaksi+ pada 30 Mar 2026, 20:39 WIB

Kabar membanggakan datang dari SMAN 10 Samarinda. Sekolah ini resmi terpilih sebagai salah satu dari 12 sekolah terbaik di Indonesia yang masuk dalam program bergengsi Garuda Transformasi, sebuah inisiatif dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk membangun ekosistem pendidikan berstandar internasional.

Kepala SMAN 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, mengungkapkan bahwa sebelumnya peluang siswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri masih bersifat terbatas dan bergantung pada kemampuan finansial keluarga. Namun kini, melalui program Garuda Transformasi, puluhan siswa berhasil meraih Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai universitas ternama dunia.

“Dulu siswa ke luar negeri lebih karena dorongan orang tua, sekolah hanya membantu administrasi. Sekarang semuanya lebih terstruktur karena ada pendampingan langsung dari universitas mitra,” jelasnya.

Terpilihnya SMAN 10 Samarinda tidak lepas dari posisi strategis Kalimantan Timur sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Faktor ini menjadi nilai tambah selain dukungan dari Dinas Pendidikan setempat.

“Ada banyak sekolah hebat, tetapi posisi kami di wilayah IKN serta ekosistem yang berkembang menjadi salah satu alasan kami terpilih,” tambah Ni Made.

Dampak program ini pun mulai terlihat signifikan. Jika tahun sebelumnya hanya sekitar 4 siswa yang melanjutkan studi ke luar negeri, tahun ini jumlahnya melonjak hingga 700 persen. Perubahan ini menunjukkan pergeseran pola pikir siswa yang kini melihat kuliah di luar negeri sebagai pilihan realistis, bukan sekadar impian.

Menurut Ni Made, keberhasilan ini merupakan hasil dari sistem yang terintegrasi, bukan lagi usaha individu semata. Dalam pelaksanaannya, SMAN 10 Samarinda didampingi oleh Universitas Padjadjaran sebagai mitra akademik.

Program Garuda Transformasi sendiri dirancang berjalan selama empat tahun dengan target menjangkau 80 sekolah di seluruh Indonesia. Pada tahap awal, 12 sekolah dari berbagai wilayah, termasuk Papua dan Ambon, dipilih sebagai pionir.

“Kami sedang membuka ‘jalan tol’ bagi siswa untuk menembus universitas dunia. Dengan dukungan tokoh seperti Stella Christie, peluang siswa Indonesia semakin besar di tingkat global,” tutupnya optimis.

Dengan hadirnya program ini, SMAN 10 Samarinda yakin dapat meningkatkan daya saing siswa di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di Kalimantan Timur. (red)

Tinggalkan Komentar