Smart City Balikpapan Sajikan 363 Titik Wi-Fi Gratis dan Internet Ramah Anak
Balikpapan kian menggenjot realisasi smart city. (Nusplus)
NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperluas layanan Wi-Fi gratis di ruang-ruang publik sebagai bagian dari implementasi konsep Smart City.
Pemkot mengandalkan pengembangan infrastruktur digital yang dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Sejauh ini sudah ada 363 titik Wi-Fi gratis yang beroperasi di berbagai kawasan kota,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Balikpapan, Arriansyah Haryono, saat ditemui di Balai Kota Balikpapan, Sabtu (15/11/2025).
Titik-titik layanan itu tersebar di sejumlah tempat.
Yakni, di taman-taman kota yang menjadi ruang interaksi warga, pos keamanan lingkungan (Pos kamling), hingga Pusat Kesehatan Masyarakat (Pukesmas) di sejumlah wilayah Kota Balikpapan.
Pemilihan titik lokasi tersebut, kata Arriansyah, dinilai sebagai simpul aktivitas harian masyarakat.
Program Wi-Fi gratis ini sepenuhnya dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan.
“Jaringan dapat diakses tanpa kata sandi, sehingga menjadi salah satu fasilitas publik yang paling mudah dijangkau warga dari berbagai kalangan,” ujarnya.
Meski jumlah titik layanan terus bertambah, Arriansyah menegaskan pemasangan jaringan dilakukan bertahap karena keterbatasan anggaran daerah yang harus dibagi dengan prioritas pembangunan lainnya.
“Pemasangan dilakukan bertahap karena kami tetap harus menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran dan prioritas pembangunan lain,” tambahnya.
Di tengah kebutuhan infrastruktur fisik dan sosial yang terus meningkat, internet publik menjadi salah satu instrumen yang diandalkan pemerintah sebagai penopang transformasi digital kota.
Kendati bisa diakses tanpa sandi, jaringan Wi-Fi ini tidak dibiarkan tanpa kendali.
Pemerintah kota menerapkan sistem pengawasan dan pembatasan akses tertentu untuk memastikan penggunaan internet berlangsung aman dan ramah anak.
Setiap pengguna yang tersambung akan mendapatkan panduan penggunaan sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga keamanan data.
Hal ini sekaligus mendorong pemanfaatan internet secara bijak dan edukatif.
“Kami ingin pemanfaatan internet tetap aman, edukatif, dan ramah anak,” tegas Arriansyah.
Pihaknya juga mengusung tagline “Go See the World” dari Balikpapan. Ini sosialisasi program Wi-Fi gratis yang mencerminkan ajakan pemerintah kepada masyarakat untuk memperluas wawasan melalui akses digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Melalui jaringan tersebut, pemerintah berharap pelajar, pelaku usaha kecil, hingga warga di lingkungan permukiman dapat mengakses informasi, pendidikan, dan peluang ekonomi secara lebih merata.
Titik-titik prioritas dengan intensitas penggunaan tinggi disebut akan tetap dipertahankan meski ke depan berpotensi terjadi penyesuaian anggaran.
Hingga saat ini, Pemkot Balikpapan belum menjalin kerja sama langsung dengan perusahaan penyedia layanan internet. Seluruh pembiayaan dan pengelolaan layanan masih bertumpu pada APBD.
Meski demikian, Arriansyah menyatakan pemerintah kota membuka peluang kolaborasi dan berharap dukungan swasta dapat hadir dalam waktu mendatang.
“Kolaborasi dengan provider penting untuk memperkuat ekosistem Smart City dan mempercepat penyebaran informasi positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pemkot Balikpapan, katanya, juga berkomitmen untuk memperluas pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian transformasi pelayanan publik.
Mulai sistem informasi pemerintahan hingga kanal layanan warga.
“Kami ingin masyarakat memperoleh manfaat maksimal dari layanan internet yang aman, mudah diakses, dan mendukung peningkatan kualitas hidup,” kata Arriansyah. (Jun/ Red/ ADV)
