Solidaritas Kemanusiaan, Pemkot Balikpapan Galang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menerima tumpeng dari Kadis PU Rita. (Nusplus)
NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80 di Kota Balikpapan tak hanya menjadi ajang refleksi peran strategis insan PU dalam pembangunan infrastruktur.
Namun, turut dijadikan momentum kepedulian sosial menggalang solidaritas kemanusiaan dengan membuka donasi untuk korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.
Sampai kini para korban bencana banjir bandang dan longsor, di tiga provinsi di Pulau Sumatera, itu masih membutuhkan bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia.
Lantaran itu, lewat kegiatan yang mengusung tajuk: Infrastruktur Berkeadilan, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengajak seluruh jajaran OPD dan masyarakat, aktif membantu saudara-saudara yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Bagus menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimbulkan kerusakan besar serta menelan ratusan korban jiwa.
Pemkot Balikpapan, kata Bagus, ikut berduka cita sedalam-dalamnya atas bencana tersebut.
“Setiap hari kita melihat di media betapa rusaknya infrastruktur, banyaknya korban meninggal, dan ratusan lainnya belum ditemukan. Ini menjadi keprihatinan nasional,” ujarnya, saat Hari Bakti ke 80 PU, di laman Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Balikpapan, Jumat, (5/12/2025).
Menurut Bagus, sebagai bentuk aksi nyata, pihaknya menginisiasi penggalangan donasi yang dimulai dari Dinas PU. Setelah itu akan diperluas ke seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.
Bagus menyampaikan Bank Kaltimtara telah menyatakan kesiapan menyumbang Rp5 juta, sedangkan ia secara pribadi menyalurkan donasi sebesar Rp10 juta.
“Kita berharap seluruh ekosistem PU dan OPD lain dapat berempati lewat bantuan nyata. Semoga donasi yang terkumpul dapat segera kita salurkan, dan bisa meringankan beban saudara kita di Sumatera,” harap Wakil Wali Kota Balikpapan.
Selain soal donasi, ia juga mengingatkan potensi perubahan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Balikpapan.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sebagai upaya mitigasi bencana, termasuk reboisasi dan menjaga daya serap air tanah.
Bagus juga mengingatkan curah hujan idealnya bisa terserap 40–60% oleh tanah, tapi akibat perubahan peruntukan lahan dan hilangnya vegetasi, kini hingga 90% air mengalir di permukaan.
“Kita bersyukur Balikpapan punya topografi relatif datar, tapi kita tetap harus menjaga lingkungan untuk mengurangi risiko bencana,” pesan Bagus.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, Rita, menyambut positif penggalangan dana ini. Ia menilai hal ini menjadi langkah awal rangkaian Hari Bakti PU tahun ini.
“Kami mulai dari lingkungan Dinas PU untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana banjir. Ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus pengabdian kami,” kata Rita.
Ia berujar, peringatan Hari Bakti PU ke-80 menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan sportivitas dalam bekerja.
“Semangat itu yang akan terus kami jaga demi meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan infrastruktur kota,” tutur Rita.
Pemkot Balikpapan, sambung Rita, berharap aksi sosial ini dapat membawa manfaat besar dan menjadi pengingat pentingnya solidaritas kemanusiaan, terutama saat bencana melanda.
Ihwal infrastruktur di Balikpapan, Rita mengingatkan urgensi kolaborasi untuk menghadapi persoalan infrastruktur lokal. “Terutama soal pengendalian banjir serta pengelolaan lingkungan,” imbuhnya.
Menurut Rita, tantangan pembangunan hanya bisa diatasi melalui kerja bersama pemerintah, komunitas, dan masyarakat luas.
Ia menambahkan, lewat momentum Hari Bakti PU ke-80, Dinas PU Balikpapan meneguhkan komitmennya melangkah menuju infrastruktur berkeadilan, tata lingkungan berkelanjutan, dan pelayanan publik yang semakin maju.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga melakukan kerja bakti massal yang fokus pembersihan saluran air di sejumlah kawasan rawan banjir. Program ini bukan sekadar memperlancar sistem aliran air, tapi juga mengedukasi warga agar lebih peduli kebersihan lingkungan. (Jun/Red/ ADV)
