Bantu UMKM, Wali Kota Rahmad Masud Minta Perbankan Jadi Mesin Ekonomi Balikpapan

Oleh Redaksi+ pada 21 Nov 2025, 16:31 WIB
UMKM Bpp

Stan UMKM Balikpapan. (Nusplus)

NUSANTARAPLUS, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan sektor perbankan kini memegang peran kunci menjaga stabilitas sistem keuangan kota.

Bahkan, membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha.

Di tengah terus bergeraknya ekonomi daerah, bank diminta tidak hanya hadir sebagai penyalur kredit, tetapi juga mitra strategis pembangunan.

Rahmad menyoroti peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang hingga kini masih menjadi penopang utama ekonomi Balikpapan.

Data tahun 2025 mencatat penyaluran kredit UMKM oleh perbankan di kota ini tumbuh 13,60 persen secara tahunan, dengan nilai mencapai Rp7,97 triliun.

Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor riil di Balikpapan terus bergerak dan membutuhkan dukungan keuangan yang konsisten.

“Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas ekonomi kota bergerak positif dan membutuhkan dukungan layanan keuangan yang kuat, adaptif, dan mudah dijangkau,” ujar Rahmad, Jum’at (21/11/2025) di Balai Kota Balikpapan.

Ia menilai, peningkatan kredit UMKM menjadi indikasi bahwa pelaku usaha lokal makin percaya diri mengembangkan usahanya, seiring membaiknya iklim ekonomi daerah.

Di tengah momentum itu, Rahmad menyoroti peran kegiatan festival yang digelar di pusat perbelanjaan dan ruang publik lain.

Menurutnya, event yang menghadirkan lebih dari 170 tenant UMKM, pelaku industri kreatif, komunitas, hingga layanan publik terpadu tersebut bukan sekadar hiburan.

Ia menyebutnya sebagai “ruang temu” yang mempertemukan modal, kreativitas, dan peluang pasar dalam satu ekosistem nyata.

“Festival ini menunjukkan perbankan menjadi lembaga keuangan yang membangun ruang pertemuan penuh kreativitas dan suasana positif bagi warga,” kata Rahmad.

Dengan menggandeng perbankan, gelaran seperti ini memberi panggung bagi pelaku usaha lokal untuk naik kelas, sekaligus mendekatkan mereka dengan layanan keuangan formal.

Rahmad juga mengingatkan posisi strategis Balikpapan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN). Status ini, kata dia, menuntut sistem keuangan yang lebih tangguh dan inklusif.

Perbankan diharapkan mampu menyediakan akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau agar UMKM lokal tidak tertinggal.

Sekaligus mampu bersaing dan beradaptasi dengan dinamika ekonomi baru yang muncul di sekitar kawasan IKN.

Menurut Rahmad, inovasi digital di sektor keuangan bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak.

Dengan semakin banyak transaksi masyarakat yang beralih ke platform daring, bank diminta memastikan layanan digital yang aman, cepat, dan ramah pengguna.

Transformasi ini sekaligus sejalan dengan agenda pemerintah daerah dalam membangun ekosistem digital kota, mulai dari pembayaran non-tunai hingga integrasi layanan publik.

Di sisi lain, Rahmad menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha.

Menurutnya, kekuatan ekonomi kota tidak cukup hanya bertumpu pada modal, tetapi juga pendampingan usaha serta integrasi layanan publik.

“Dukungan pembiayaan produktif, pendampingan usaha, serta integrasi layanan publik akan menciptakan ruang tumbuh yang lebih sehat bagi UMKM,” ujarnya.

Rahmad menutup dengan pesan bahwa dorongan dari perbankan tidak boleh berhenti pada penyaluran kredit. Yang tak kalah penting adalah memastikan UMKM mampu bertahan dalam jangka panjang.

“Kita ingin UMKM tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkelanjutan, sehingga benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” tegasnya.

Menurut catatan Pemkot, kontribusi UMKM terhadap lapangan kerja di Balikpapan mencapai lebih dari 60 persen, sehingga setiap kebijakan dan dukungan perbankan akan berdampak langsung pada kesejahteraan warga. (Jun/Red/ ADV)

Tinggalkan Komentar