OLAHRAGA+

Akhir Riwayat Kanjuruhan: Diresmikan Megawati, akan Diruntuhkan Jokowi

KANJURUHAN JOKOWI
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkeliling melihat sejumlah penjuru Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, tempat tragedi yang menewaskan 131 orang. Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Stadion Kanjuruhan yang berdiri gagah 17 tahun terakhir. Segera menemui ajalnya. Stadion yang diresmikan Megawati itu, akan diruntuhkan lalu dibangun ulang pada era Joko Widodo (Jokowi).

Usai diskusi panjang dengan FIFA. Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa Stadion Kanjuruhan akan dibangun ulang dari awal. Artinya, bangunan saat ini akan diruntuhkan total terlebih dahulu. Nantinya, Stadion Kanjuruhan akan dibangun sesuai standar FIFA.  

“Tadi saya juga menyampaikan dan FIFA mengapresiasi untuk Stadion Kanjuruhan di Malang, juga akan kita runtuhkan, dan kita bangun lagi sesuai dengan standar FIFA sebagai contoh standar stadion dengan fasilitas-fasilitas yang baik, menjamin keselamatan penonton dan pemain dan juga untuk suporter.”

“Kami berdiskusi secara detail mengenai persepakbolaan Indonesia ke depan seperti apa.”

“Kedua juga yang berkaitan dengan manajemen keamanan, manajemen security, juga kita bicarakan secara detail. Yang ketiga yang berkaitan juga manajemen pertandingan utamanya, yang terkait dengan pengaturan waktu,” kata Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2022), dikutip dari Detik.

Sejarah Stadion Kanjuruhan

Layaknya stadion lainnya di Indonesia. Stadion Kanjuruhan dimiliki oleh Pemkab Malang. Stadion ini pertama kali dibangun pada 1997. Selesai pada 2004 dan diresmikan pada 9 Juni pada tahun yang sama oleh Presiden ke-5 Megawati Soekarno Putri.

Berdasar laporan Kompas, bersamaan dengan dibukanya Stadion Kanjuruhan, diadakan pula kompetisi Divisi Satu Liga Pertamina tahun 2004, antara Arema Malang melawan PSS Sleman. Pertandingan itu dimenangi Arema dengan skor 1-0.

Nama Kanjuruhan diambil dari sebuah kerajaan Hindu di Malang yang berdiri pada abad ke-6. Bukti adanya Kerajaan Kanjuruhan dapat dilihat dari Prasasti Dinoyo yang menceritakan tentang kerajaan di Malang yang merupakan pusat aktivitas budaya dan politik sekitar tahun 760 hingga 1414.

Dengan dibukanya Stadion Kanjuruhan, Arema yang awalnya bermarkas di Stadion Gayana, berpindah kandang.

Setelah aktif digunakan selama belasan tahun. Stadion Kanjuruhan sempat direnovasi atas kerja sama Pemkab Malang dan Presiden Arema Gilang Widya Pramana. Renovasi berjalan lancar karena tidak adanya kompetisi selama pandemi COVID-19. (AVA)

Comments

POPULER

To Top