Sektor Wisata dan Kuliner Balikpapan Jadi Sorotan dalam Sensus Ekonomi 2026

Oleh Redaksi+ pada 17 Mei 2026, 21:49 WIB

Aktivitas dunia usaha di Kota Balikpapan mulai dipetakan secara menyeluruh melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS). Pendataan yang telah berjalan sejak 1 Mei 2026 itu menjadi langkah penting untuk melihat wajah terbaru perekonomian kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selama dua pekan terakhir, petugas sensus mulai mendatangi berbagai titik usaha di Balikpapan. Pendataan dilakukan hingga 31 Juli 2026 dengan menyasar seluruh sektor usaha nonpertanian, mulai dari UMKM, usaha rumahan, sektor jasa, hingga perusahaan besar.

Tidak hanya usaha konvensional, sensus kali ini juga memotret perkembangan ekonomi digital yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sektor kuliner, wisata, hiburan, industri kreatif, hingga usaha berbasis teknologi menjadi perhatian khusus karena dinilai mengalami lonjakan pertumbuhan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di Balikpapan.

Pemerintah Kota Balikpapan menilai sensus tersebut sangat strategis untuk memperbarui basis data ekonomi daerah di tengah perubahan pola usaha akibat pembangunan dan perkembangan IKN.

Sebagai kota penyangga utama IKN, Balikpapan disebut mengalami peningkatan aktivitas ekonomi, terutama pada sektor jasa, pariwisata, perhotelan, kuliner, dan ekonomi kreatif yang terus berkembang.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Balikpapan, C.I. Ratih Kusuma W., mengatakan keterbukaan pelaku usaha menjadi kunci agar data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

“Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memotret kondisi riil dunia usaha dan ekonomi masyarakat,” ujar Ratih.

Menurutnya, hasil sensus nantinya tidak hanya menampilkan jumlah usaha aktif, tetapi juga memperlihatkan sektor ekonomi yang berkembang cepat, peluang usaha baru, hingga bidang yang masih membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah.

Ratih menyebut sektor wisata, kuliner, hiburan, dan usaha digital kini memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Balikpapan. Karena itu, data yang akurat dinilai penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi ke depan.

“Data yang lengkap dan valid akan membantu pemerintah melihat potensi, tantangan, dan peluang pengembangan ekonomi daerah secara lebih terukur,” jelasnya.

Selain pemerintah daerah, sejumlah instansi terkait juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk kooperatif selama proses pendataan berlangsung. Petugas sensus dari BPS disebut selalu membawa identitas resmi saat melakukan kunjungan langsung ke lokasi usaha.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap tersusun basis data ekonomi terbaru yang lebih akurat dan komprehensif guna mendukung perencanaan pembangunan, pengembangan sektor usaha, hingga pengambilan kebijakan ekonomi di tengah pesatnya pertumbuhan Balikpapan sebagai daerah strategis penyangga IKN. (MI/ADV Diskominfo Balikpapan/red)

Tinggalkan Komentar