Balikpapan Siapkan Kawasan Industri 130 Hektare, Incar Investasi Besar Penyangga IKN
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo,
Pemerintah Kota Balikpapan mulai mempersiapkan pengembangan kawasan industri berbasis hilirisasi seluas sekitar 130 hektare di wilayah Kariangau dan Kilometer 13, Balikpapan Utara.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menarik investasi yang berkaitan dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Kawasan industri itu diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Balikpapan dalam beberapa tahun mendatang.
Pemerintah menilai keberadaan industri hilir akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas karena mampu menciptakan nilai tambah, memperbesar peluang usaha, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyatakan bahwa, pengembangan industri hilirisasi menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan di kawasan IKN.
Menurutnya, Balikpapan memiliki peluang besar untuk menjadi daerah penyangga utama berbagai kebutuhan industri dan logistik.
“Kalau industri hilir berkembang, maka peluang kerja juga akan semakin banyak. Ini penting supaya masyarakat lokal bisa ikut menikmati pertumbuhan ekonomi,” ujar Bagus, kepada media, belum lama ini.
Ia menjelaskan, lahan yang disiapkan pemerintah sebenarnya sudah lama masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri.
Namun hingga kini pemanfaatannya belum berjalan maksimal sehingga diperlukan percepatan agar kawasan tersebut dapat segera menarik investor dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi daerah.
Pemerintah kota meyakini pengembangan industri berbasis hilirisasi tidak hanya berdampak pada sektor manufaktur, tetapi juga akan menggerakkan bidang lain seperti perdagangan, jasa, logistik, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar kawasan industri diharapkan mampu menciptakan efek berantai bagi perekonomian masyarakat.
Selain itu, posisi strategis Balikpapan dinilai menjadi nilai tambah tersendiri dalam menarik minat investor.
Sebagai pintu gerbang utama menuju kawasan IKN di Kalimantan Timur, Balikpapan dianggap memiliki infrastruktur dan akses distribusi yang lebih siap dibanding sejumlah daerah lain di sekitarnya.
“Momentum pembangunan IKN harus dimanfaatkan dengan baik. Balikpapan punya posisi strategis sebagai pintu gerbang dan penyangga utama, sehingga peluang investasi industri penyangga sangat besar,” kata Bagus.
Meski begitu, pemerintah mengakui bahwa investor tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan. Faktor keamanan wilayah, kesiapan infrastruktur, serta dukungan masyarakat juga menjadi perhatian penting dalam pengambilan keputusan investasi.
Karena itu, Pemkot Balikpapan terus berupaya menjaga stabilitas daerah dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Pemerintah berharap kawasan industri hilirisasi tersebut nantinya mampu meningkatkan daya saing daerah, memperbesar arus investasi, dan membuka kesempatan kerja lebih luas bagi masyarakat lokal di tengah pesatnya pembangunan IKN. (MI/Adv Diskominfo Balikpapan/red)
