Gerakan Pangan Murah, Upaya Pemprov Kaltim Tekan Harga Pangan Jelang Nataru

Oleh Redaksi+ pada 10 Des 2025, 13:36 WIB

Pemprov Kaltim melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur kembali menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai penutup rangkaian kegiatan tahun 2025. 

Kegiatan tersebut terus dilakukan sebagai tahapan pemerintah dalam menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.

Gelaran yang berlangsung pada 10–11 Desember 2025 di halaman Kantor DPTPH ini langsung diserbu masyarakat sejak pagi. Sebanyak 52 stan turut meramaikan bazar tersebut.

Beragam kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau, mulai dari sayur-sayuran, hasil laut, telur, minyak goreng, hingga beras.

Tampak antusiasme masyarakat terlihat tinggi, mengingat kegiatan ini kerap menjadi salah satu upaya pemerintah menstabilkan harga pangan di tengah fluktuasi pasar.

Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda DPTPH Kaltim, Sri Wahyuni, mengatakan bahwa GPM merupakan agenda rutin bulanan yang digelar untuk menjaga stabilitas harga, terutama menjelang Hari Natal dan Tahun Baru.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyambut Natal dan Tahun Baru. Ini adalah sesi terakhir GPM di tahun 2025. Sepanjang tahun ini, GPM digelar satu kali setiap bulan,” jelas Sri, Rabu (10/12/2025).

GPM kali ini turut melibatkan kolaborasi lintas sektor dengan Dinas Perikanan, DPPKUKM, serta dukungan dari Bank Indonesia, Bulog dan ID Food. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga pasokan sekaligus mengendalikan lonjakan harga kebutuhan pokok.

Sri menegaskan bahwa selain menggelar bazar, pihaknya juga melakukan pemantauan dan sidak ke pasar tradisional dan ritel modern untuk memonitor harga menjelang hari besar keagamaan. 

“Harga pangan biasanya naik, jadi kami hadir memberi intervensi melalui GPM,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan harga, komoditas pangan di GPM dijual lebih murah. Bawang merah, yang di pasar per 9 Desember mencapai Rp52.000/kg, dijual Rp48.000. Sementara bawang putih yang di pasar seharga Rp35.000/kg, ditawarkan Rp30.000 di lokasi kegiatan.

“Sebelum kegiatan, kami sudah menyepakati bahwa harga harus lebih rendah dari harga pasar, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Ia berharap GPM dapat terus menjadi solusi nyata dalam menjaga stabilisasi harga dan distribusi pangan, sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.

“Semoga kegiatan ini membantu stabilisasi harga pangan. Jika terjadi kenaikan, kami bisa turut mengintervensi harga dan distribusinya, sambil memberikan ruang bagi UMKM,” tutup Sri. (ade/pt/red/ADVDiskominfoKaltim)

Sumber: Portal Kaltim

Tinggalkan Komentar